Membaca Pesan Perang Jagaraga

Selain kematangan strategi, kemenangan laskar rakyat Bali dalam Perang Jagaraga I juga merupakan buah dari persatuan antara sejumlah kerajaan di Bali.

Monumen Perang Jagaraga di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Selesai dibangun akhir tahun 2016 dan diresmikan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana pada 13 Februari 2017. (balisaja.com/sumber foto: bulelengkab.go.id)


Oleh:
I MADE SUJAYA

“Bukan karena kubu-kubu pertahanan yang kuat yang menghalangi pasukan kita untuk menguasai Jagaraga, akan tetapi karena perlawanan yang berani, galak dan penuh semangat juang musuh yang tak kunjung padam, yang sepuluh kali jumlahnya dibandingkan kekuatan kita dan berhasil memukul mundur pasukan kita tiga kali dari kubu pertahanan yang berhasil diduduki oleh batalyon ketiga dan sesudah itu mengadakan serangan balasan terhadap kedudukan kita, akan tetapi berhasil ditahan dengan tembakan meriam. Siasat kita ialah untuk menembak lebih dahulu kubu pertahanan musuh dengan tujuan agar pasukan Bali yang berada di sana terikat. Kemudian satu batalyon akan diperintahkan mengadakan tindakan pengepungan dan dengan demikian memaksa kubu pertahanan itu menyerah sehingga jalan ke Jagaraga terbuka dan pasukan kita dapat menyerangnya dan pasukan Bali dapat dihancurkan atau diusir dari tempat itu.

Akan tetapi siasat itu tidak berhasil oleh karena Adipati Agung Gusti Ketut Jelantik berada di tempat dan memimpin pasukannya dengan memberi semangat juang kepada pasukan Bali, sehingga mereka memberi perlawanan hebat dengan gaya tempur yang belum pernah kita alami dan tidak ada bandingannya dalam medan perang lain dalam sejarah panjang angkatan darat kita di Hindia”.

Ini petikan laporan resmi dari ekspedisi militer Belanda ke Bali pada tahun 1848 yang dimuat di surat kabar Negara Belanda, De Nederlandsche Staatcourant, 9 November 1849 sebagaimana dikutip Ida Anak Agung Gde Agung dalam buku Bali Pada Abad XIX. Laporan ini merujuk kepada peristiwa perang hebat di Desa Jagaraga, 8—9 Juni 1848 yang berakhir dengan kekalahan telak pihak Belanda. Belanda tidak hanya mendapat pukulan telak yang memalukan dari Perang Jagaraga, tetapi juga dirasakan bakal mengancam martabat dan citra pemerintah Hindia Belanda.

Menurut laporan Kepala Staf Pasukan Ekspedisi Belanda, Letnan Kolonel J. van Swieten, di pihak Belanda jatuh korban 5 orang perwira, 94 orang bintara. Yang luka-luka 7 orang, 98 orang bintara dan prajurit. Korban di pihak Bali disebutkan 3 orang pedanda, 35 orang brahmana, 163 orang bangsawan dan pembekel serta 2.000 orang pasukan.

Kemenangan laskar Bali yang dipimpin Gusti Ketut Jelantik di Jagaraga memang pantaslah disebut sebagai kemenangan gemilang dan menakjubkan. Betapa tidak, pasukan Bali yang hanya bersenjatakan tombak, keris dan bambu runcing bisa memukul mundur pasukan Belanda yang jumlahnya cukup besar dengan persenjataan yang lengkap dan modern.

Belanda memang menyebut kunci kekalahannya di Jagaraga bukanlah pada kubu-kubu pertahanan Bali yang kokoh, tetapi pada semangat juang laskar Bali yang berlibat-lipat. Namun, Belanda juga mengakui benteng pertahanan yang rapi dan teratur yang dibangun Patih Jelantik di Jagaraga, dari sudut teknologi kemiliteran tidak kalah dengan benteng-benteng yang dibangun ahli Barat. Itu sebabnya, Belanda sempat menyimpulkan, dalam membangun benteng Jagaraga, Patih Jelantik mendapat nasihat dari teknisi Barat.

Dalam catatan lokal disebutkan, benteng Jagaraga dibangun Patih Jelantik menggunakan sistem pertahanan supit urang (makara wyuha) seperti digunakan Yudistira dalam Perang Bharatayudha ketika menghadapi Kurawa. Pada bagian kepala ditempati Patih Jelantik, Raja Buleleng dan para pengatur perang lainnya sebagai pusat komando. Pada ujung supit kiri dan kanan ditempatkan pasukan Buleleng dan Jagaraga yang gesit dan lincah serta sudah mengetahui keadaan. Pada bagian mulut yang berada di depan dan belakang tembok benteng ditempatkan pasukan campuran dari kerajaan-kerajaan sahabat. Benteng lambung barat dipercayakan kepada laskar Jembrana dan Mengwi. Sementara kekuatan benteng pada bagian badan dipercayakan kepada pasukan Klungkung, Gianyar dan Karangasem. Pada bagian ekor ditempatkan pasukan bantuan dan perbekalan.

Baca Juga: Bali Pecundangi Belanda di Jagaraga

Karena itu, kemenangan dalam Perang Jagaraga I merupakan representasi kemenangan kecerdasan lokal pejuang Bali menghadapi modernisme militer Belanda. Dalam Perang Jagaraga I, Bali berhadapan dengan kepala tegak, setara dengan militer Belanda yang memiliki persenjataan modern. Strategi perang modern ala Belanda dihadapi dengan strategi perang khas Bali. Pengetahuan dan kompetensi rakyat Bali tidak kalah dengan kemampuan tempur Belanda.

Penulis buku Perang Jagaraga (1846—1849), dr. Soegianto Sastrodiwiryo menilai kemenangan laskar Jagaraga dalam Perang Jagaraga I juga menunjukkan kelemahan strategi perang pihak Belanda. Menurut Soegianto, kekurangcermatan dan kesalahhitungan Belanda dalam mengevaluasi benteng Jagaraga mengakibatkan tidak memadainya persenjataan meriam untuk menembus dinding benteng dan dari struktur medan yang bagaikan labirin alam menyebabkan kurang memadainya bawaan logistik dan mesiu.

Hal lain yang juga patut mengundang rasa bangga, Perang Jagaraga juga mengguratkan catatan emas perempuan pejuang Bali, Jro Jempiring yang merupakan istri Patih Gusti Ketut Jelantik. Keperwiraan Jro Jempiring menunjukkan Bali memiliki pahlawan wanita layaknya Cut Nya Dien di Aceh. Pahlawan perempuan Bali lain, Dewa Agung Istri Kanya, raja Klungkung.

Selain kematangan strategi, kemenangan laskar rakyat Bali dalam Perang Jagaraga I juga merupakan buah dari persatuan antara sejumlah kerajaan di Bali. Lihat saja misalnya adanya laskar bantuan dari Kerajaan Klungkung, Karangasem dan Mengwi. Di Jagaraga, raja-raja Bali bersatu, bahu-membahu menghadapi Belanda.

Namun, Jagaraga juga mengajarkan pengalaman pahit tentang persatuan raja-raja Bali. Setahun kemudian, dalam Perang Jagaraga II, kekalahan laskar rakyat Bali juga disebabkan tidak lagi kompaknya raja-raja Bali, selain karena persenjataan yang tidak seimbang. Ada juga sejumlah raja di Bali, karena pengaruh politik devide et empera (pecah belah) Belanda, yang kemudian malah memilih berpihak kepada Belanda serta memberikan bantuan kepada pasukan penjajah. Pada tahun-tahun berikutnya, Belanda pun bisa menaklukkan satu per satu kerajaan di Bali. Raja-raja Bali sendiri sudah tak lagi kompak. Masing-masing mengamankan kepentingannya sendiri. Sebagian ditaklukkan Belanda dengan senjata, sebagian lagi justru menyerahkan kerajaannya di bawah kekuasaan Belanda karena merasa terancam oleh sesama raja-raja Bali. (b.)

______________________________

Penyunting: KETUT JAGRA

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Bale Bengong,7,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,3,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,10,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Membaca Pesan Perang Jagaraga
Membaca Pesan Perang Jagaraga
Selain kematangan strategi, kemenangan laskar rakyat Bali dalam Perang Jagaraga I juga merupakan buah dari persatuan antara sejumlah kerajaan di Bali.
https://1.bp.blogspot.com/-k2PBz58CFAc/YMA4Yu0dVYI/AAAAAAAABPk/cm7FDTKq2JAvy3W4aWGngtXkblfFJCTpQCLcBGAsYHQ/w640-h410/Monumen%2BPerang%2BJagaraga.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-k2PBz58CFAc/YMA4Yu0dVYI/AAAAAAAABPk/cm7FDTKq2JAvy3W4aWGngtXkblfFJCTpQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h410/Monumen%2BPerang%2BJagaraga.jpg
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2021/06/membaca-pesan-perang-jagaraga.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2021/06/membaca-pesan-perang-jagaraga.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content