Humanisme dalam Balutan Budaya Bali: Membaca Kumpulan Cerpen "Tanah" IDK Raka Kusuma

Cerpen-cerpen dalam Tanah berusaha meletakkan masalah humanisme dan budaya melalui tokohnya.

Buku kumpulan cerpen "Tanah" karya IDK Raka Kusuma. (balisaja.com/istimewa)


Oleh: PUJI RETNO HARDININGTYAS

Akhir tahun 2017, Balai Bahasa Bali menerbitkan kumpulan cerpen Tanah karya IDK Raka Kusuma bersamaan dengan novel Aku Cinta Lovina karya Sunaryono Basuki Ks., dan kumpulan cerpen berbahasa Bali karya Luh Suwita Utami, Manyoyo. 15 cerpen dalam antologi Tanah menggambarkan masyarakat Bali dalam dinamika tradisi dan humanisme.

Empat Tema

Cerpen-cerpen dalam Tanah ditulis dari rentang waktu tiga dekade, yaitu tahun 1989—2010. Cerpen berjudul “Pantai Klotok Senja Kala” dan “Permintaan” ditulis tahun 1989. Sementara itu, cerpen yang ditulis di era 2000-an berjudul ”Evelin”. Di antara rentang tiga dekade itu ada cerpen yang ditulis tahun 1990-an, tepatnya 1990, 1992, dan 1993 yang berjudul “Leak Barak”, “Nyepi Empedu”, “Delapan Galungan Berlalu”, “Gung Diah”, “Rumah Kelahiran”, dan “Sudharta”. Di awal tahun 2000-an, serentetan karya yang ditulis rentang tiga pulah tahun lamanya adalah cerpen “Tanah” yang sekaligus menjadi judul utama kumpulan cerpen ini.

Secara umum, cerita berlatar wilayah desa di kabupaten, pantai, pura desa, griya, dan puri di Bali. Cerpen berlatar desa, kuburan, terlihat pada cerpen “Leak Barak”. Ada beberapa cerpen yang berlatar di luar Bali, seperti Surabaya (“Delapan Galungan Berlalu”), Lombok (“Sudharta”), dan Jakarta (“Ayu Utari” dan “Tanah”). Pengarang mengemas sedemikan rupa tokoh cerita dan alur flashback yang tidak mudah ditebak pembaca.

Secara tematik ada empat tema yang menonjol dalam kumcer Tanah ini. Pertama, cinta kasih dan kesetiaan dalam budaya patriarkat. Kisah cinta yang dibalut pemfitnahan, kesetiaan, pemaksaan/perjodohan, dan tindak pemerkosaan dapat dibaca dalam beberapa cerpen, di antaranya“Pantai Klotok Senja Kala”, “Permintaan”, “Nyepi Berempedu”, “Sudartha”,dan“Widya”. Kedua, tema menjunjung tradisi dan leluhur dituangkan dalam cerpen “Delapan Galungan Berlalu” dan “Rumah Kelahiran”, “Gung Diah”, dan “Ayu Utari”. Keempat cerpen tersebut menggambarkan kebertahanan Bali dalam kaitannya dengan upacara dan jati diri orang Bali. Ketiga, masalah kepemilikan tanah. Misalnya, tanah puri dan hak istimewa keluarga puri “dirampas” atas nama warga desa. Ketua adat mengajak warga desa untuk memusuhi keluarga puri yang tidak mau mengembalikan tanah desa. Pihak puri dianggap tidak mematuhi hukum adat. Padahal, itu keinginan salah satu keluarga puri sendiri, bukan warga adat dikisahkan dalam cerpen “Tanah”. Keempat, masalah kemiskinan/gelandangan dan penyiksaan anak-anak dapat disimak pada cerpen “David”. Tokoh David yang dianggap penolong justru berlaku sebaliknya, ia seorang pedophilia dari Australia. Dalam kumcer ini tercatat dua cerpen yang tidak memperlihatkan kekhasan persoalan kehidpan masyarakat Bali, yaitu cerpen “Penghuni Baru” dan “Eveline”.

Humanisme dan Sanksi Adat

Cerpen-cerpen dalam Tanah berusaha meletakkan masalah humanisme dan budaya melalui tokohnya. Di sini tokoh dihadirkan dalam konsep seni tradisional yang menempatkan stereotip baik-buruk atau menang kalah. Dikotomi yang terjadi sesungguhnya sama sekali tidak mengabaikan pergeseran sosial budaya yang ekstrem ketika diketahui Bali menyimpan masalah budaya tersendiri. Karakter tokoh yang khas berhasil mengguratkan sikap konsisten dalam mempertahankan keberadaan manusia agar tidak tenggelam dalam kehancuran.

Tokoh-tokoh cerpen ini menunjukkan sosok diri yang unik sekaligus kompleks yang menempatkan manusia pada derajat tinggi, mendapat perlakukan secara manusiawi, dan makhluk yang berharkat dan bermartabat. Kisah konvensional dalam cerpen-cerpen ini dipusatkan pada paradigma budaya dan unsur sentralnya, yaitu manusia sebagai pelaku sosial dan budaya dengan segala peristiwa kehidupan.

Peristiwa kelam dan masa lalu menjadikan tokoh-tokoh cerpen ini kuat bertahan dalam tradisi masyarakat Bali. Manusia yang dihadirkan dalam Tanah membentuk dan menguatkan kelas sosial. Akhirnya, membaca cerpen karya Raka Kusuma pembaca diajak mengenal Bali lebih dekat. (b.)

______________________________

PUJI RETNO HARDININGTYAS adalah peneliti di Balai Bahasa Bali. 

_____________________________

Penyunting: I MADE SUJAYA


COMMENTS

BLOGGER

SLOKA BALI$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0

/fa-fire/PALING DICARI$type=one

Nama

Bale Bengong,8,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,BALINESIA,1,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,4,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,11,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Humanisme dalam Balutan Budaya Bali: Membaca Kumpulan Cerpen "Tanah" IDK Raka Kusuma
Humanisme dalam Balutan Budaya Bali: Membaca Kumpulan Cerpen "Tanah" IDK Raka Kusuma
Cerpen-cerpen dalam Tanah berusaha meletakkan masalah humanisme dan budaya melalui tokohnya.
https://1.bp.blogspot.com/-jMozXQfavLU/YLrAk2YBGCI/AAAAAAAABPI/8zwL7SqjtIIKezQw0fDu-IQKbv4pCwDngCLcBGAsYHQ/w640-h478/Buku%2BKumcer%2BTanah.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-jMozXQfavLU/YLrAk2YBGCI/AAAAAAAABPI/8zwL7SqjtIIKezQw0fDu-IQKbv4pCwDngCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h478/Buku%2BKumcer%2BTanah.jpeg
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2021/06/humanisme-dalam-balutan-budaya-bali.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2021/06/humanisme-dalam-balutan-budaya-bali.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content