“Ngerebeg” di Tegalalang: Menyucikan Desa dan Memohon Agar Pandemi Berakhir

Ngerebeg diyakini sebagai ritual penolak bala dan penyucian desa serta seluruh krama. Tradisi ini serangkaian pujawali di Pura Duur Bingin.

Anak-anak peserta tradisi Ngerebeg yang dicat warna-warni dengan riasan menyeramkan. (balisaja.com/istimewa)
Oleh: I MADE SUJAYA

Kamis, 20 Mei 2021, bertepatan dengan hari Wraspati Umanis wuku Pahang, krama Desa Adat Tegalalang, Gianyar menggelar upacara pujawali di Pura Duur Bingin. Ada tradisi menarik sehari sebelum pujawali atau Rabu, 19 Mei 2021 lalu. Sekelompok anak-anak , remaja dan pemuda dengan tubuh dicat warna-warni dan hiasan menyeramkan serta membawa penjor mini berkeliling desa.

Warga Tegalalang menyebut tradisi ini sebagai Ngerebeg. Mereka meyakini ritual Ngerebeg  ini sebagai ritual penolak bala, pembersihan dan penyucian desa serta seluruh krama sehingga saat pujawali seluruhnya sudah bersih dan suci.

Bendesa Adat Tegalalang, I Made Kumara Jaya, menjelaskan tradisi ini rutin dilaksanakan sehari menjelang pujawali di Pura Duur Bingin. Biasanya, tradisi ini berlangsung semarak dan diikuti banyak anak-anak. Namun, karena pandemi Covid-19, peserta Ngerebeg hanya perwakilan dari tujuh banjar yang ada di Desa Adat Tegalalang.

“Tradisi ini pantang untuk tidak kami laksanakan karena sudah kami warisi secara turun-temurun. Fungsinya sebagai penolak bala,” jelas Kumara Jaya seraya menambahkan elalui tradisi Ngerebeg ini juga disampaikan permohonan kepada Ida Batara agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Sebelum pandemi Covid-19, tradisi Ngerebeg biasanya menjadi peristiwa budaya yang semarak dan penuh hiruk pikuk. Prosesi Ngerebeg diawali dengan pacaruan di pura. Ini dilakoni orang-orang dewasa. Namun, anak-anak yang akan Ngerebeg sudah berkumpul di pura. Usai macaru, anak-anak itu akan diberikan pica alit dengan sarana tekor. Setelah pica alit, dilanjutkan dengan pica agung yakni anak-anak diberikan nasi lengkap dengan lauk-pauk berupa lawar. Menurut kepercayaan warga Tegalalang, nasi yang akan diberikan sebagai pica agung itu tidak pernah dihitung. Kalau dihitung justru akan kurang. Kenapa bisa begitu? Konon, karena ada panjak hana tan hana (makhluk tidak kelihatan, semacam wong samar yang ikut dalam prosesi itu. Boleh jadi karena itu riasan anak-anak peserta Ngerebeg serba-aeng, serbaseram, menyerupai bhuta kala.

Sejumlah remaja dan pemuda juga ikut tradisi Ngerebeg. (balisaja.com/istimewa)

Setelah pica agung selesai, barulah anak-anak berkeliling desa. Mereka membawa sebatang penjor mini. Bahannya dari batang pohon salak yang sudah dibersihkan dihiasi dengan janur, dedaunan, bunga dan sejenisnya. Konon, penjor mini ini sangat keramat. Bila ada seseorang yang berani mematahkannya selama prosesi Ngerebeg, orang tersebut bisa tertimpa bencana.

Dalam perjalanan Ngerebeg, anak-anak itu sesekali berteriak. Namun, teriakan-teriakan itu tiada jelas terdengar. Warga di rumah-rumah yang mendengar teriakan itu akan keluar lalu memberikan semangat.

Setiap kali melewati tempat suci atau pura, anak-anak itu akan bersembahyang memohon keselamatan. Setelah itu perjalanan dilanjutkan kembali hingga seluruh wilayah desa terlewati dan kembali lagi ke Pura Duur Bingin. Sampai di pura mereka akan bersembahyang lagi.

Sejatinya, anak-anak di Desa Pakraman Tegalalang sudah ngayah ke Pura Duur Bingin sejak lima hari sebelum pujawali. Saat itu mereka akan membawa sarana pendukung pujawali, baik kelapa, daun pisang dan barang-barang lainnya yang bisa dibawanya. Usai ngayah di pura, anak-anak itu mendapat pica jajan sekadarnya.

Tradisi ngayah jelang pujawali yang dilakukan anak-anak Tegalalang ini semacam cerminan pewarisan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal. Anak-anak sejak awal diperkenalkan dengan ritual, ketulusan dan keikhlasan ngayah sehingga kelak saat dewasa dan menjadi krama mereka siap mengemban tanggung jawab menjaga warisan leluhurnya itu. (b.)

_______________________________

Penyunting: I MADE SUJAYA

COMMENTS

BLOGGER

SLOKA BALI$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0

/fa-fire/PALING DICARI$type=one

Nama

Bale Bengong,8,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,BALINESIA,1,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,4,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,11,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: “Ngerebeg” di Tegalalang: Menyucikan Desa dan Memohon Agar Pandemi Berakhir
“Ngerebeg” di Tegalalang: Menyucikan Desa dan Memohon Agar Pandemi Berakhir
Ngerebeg diyakini sebagai ritual penolak bala dan penyucian desa serta seluruh krama. Tradisi ini serangkaian pujawali di Pura Duur Bingin.
https://1.bp.blogspot.com/-yEKQWccEWSY/YKZ1qd48imI/AAAAAAAABIw/YwrfSHk1AwkNovpgnBy1cAW8RWbJnBPhgCLcBGAsYHQ/w640-h352/Ngerebeg%2BTegalalang-2.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-yEKQWccEWSY/YKZ1qd48imI/AAAAAAAABIw/YwrfSHk1AwkNovpgnBy1cAW8RWbJnBPhgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h352/Ngerebeg%2BTegalalang-2.jpeg
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2021/05/ngerebeg-di-tegalalang-menyucikan-desa.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2021/05/ngerebeg-di-tegalalang-menyucikan-desa.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content