Dari Puncak Purnama [Sajak-sajak IBG Parwita]

ada yang tak dapat terlupa/ menyayat lukisan purnama dalam gerimis berembun/ mengalirkan kesunyian dingin di larut waktu//

Gerhana bulan purnama. (balisaja.com/www.pixabay.com)
Dari Puncak Purnama

 

Laut masih menyisakan bayangan 

diantara kerlip mercusuar di atas pelabuhan

geliat ombak tertahan sunyi bebatuan

memanggil tiada henti

 

wajah bulan masih menyimpan sisa kenangan

diantara dingin gelombang yang mengalir perlahan

meneduhkan puncak meru dalam kesunyian berhari hari

 

ada yang tak dapat terlupa

menyayat lukisan purnama dalam gerimis berembun

mengalirkan kesunyian dingin di larut waktu

 

hening sukma menjemput tarian dewa – dewa

dalam bayangan bulan di keheningan lautan

riak yang mengusap tepian mengisyaratkan kepasrahan

ataukah rindu telah berlabuh dalam kesunyian abadi


(7–2013)

 

Kidung Purnama

 

Jejak terdampar sepanjang sunyi

ketika gerimis lelah

menutup guguran daun daun

bersama derai ombak

mengusap tepian

 

Ada jarak yang tak tampak

mengantar angin

menyusuri gerbang kelam

 

Bayang bayang selalu menari dalam kesunyian

lalu melukis wajah dalam pemujaan

 

Saat purnama datang

memeluk keheningan

keteduhan jatuh

menyatu

suara hati

 

Lagu Purnama

 

Sunyi mengalir perlahan

di bawah bayang bayang bulan

lalu angin luruh

terpejam dalam dingin malam

 

                Adalah kerinduan kita

                yang tak pernah berhenti

                bagai irama keabadian

selalu berlayar

menuju pusat semesta

               

Bentangan purnama yang purba

berdatangan

menuruni kesenyapan

menabuhnya jadi suara suara kelam

berloncatan dari waktu ke waktu

 

                                Langit di atas purnama

                                hening cahayanya

                                dingin

                                menyusupi pedusunan

               

1987


Lukisan Purnama (1)


Gerimis mulai turun menutup malam

saat bayang bayang berguguran

menyusuri isak burung burung

yang tersesat sepanjang hari

 

angin luruh berlabuh

mengikuti arus pandangmu

yang tersisa

hanya riak kecil

lukisan kabut

 

derai ombak makin jauh

mengubur teduh purnama

bersama sisa kesenyapan

yang terus mengalir

ke puncak semesta

 

dalam kesunyian yang makin larut

menelan bisu perbatasan

gerimis masih mengalir

perlahan

hingga malam berpeluk

meluruh bumi

 

Januari, 1996


Lukisan Purnama (2)


Ada yang selalu terjaga dalam kesunyian

saat gerimis turun

meneduhkan senja hari

 

Angin bertiup ke dermaga

menelan sepi daun daun

mengikuti arus pandangmu

 

Bulan dan bintang berjatuhan

menghias malam yang makin jauh

menyusuri purnama

 

Derai ombak mengusap tepian

melukis segala kenangan

dalam keheningan

yang tak sanggup terucap

 

Ada yang tertinggal

dalam lukisan purnama

hingga gerimis mengalir

mengabadikannya dalam irama hati

____________________________________  

IDA BAGUS GDE PARWITA dilahirkan di Desa Tihingan, Klungkung, 19 November 1960. Menulis karya sastra berbahasa Indonesia maupun bahasa Bali. Mulai tahun 1982, karya-karyanya berupa puisi dan catatan kebudayaan menghiasi media cetak lokal dan nasional. Tahun 2009 menerima penghargaan Widya Pataka dari Pemerintah Provinsi Bali untuk buku kumpulan puisi berbahasa Bali, Wayang. Akhir tahun 2020, buku antologi puisi berbahasa Indonesia karyanya terbit dengan judul Luka Purnama

_____________________________________

Penyunting: I MADE SUJAYA

COMMENTS

BLOGGER

SLOKA BALI$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0

/fa-fire/PALING DICARI$type=one

Nama

Bale Bengong,8,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,BALINESIA,1,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,4,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,11,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Dari Puncak Purnama [Sajak-sajak IBG Parwita]
Dari Puncak Purnama [Sajak-sajak IBG Parwita]
ada yang tak dapat terlupa/ menyayat lukisan purnama dalam gerimis berembun/ mengalirkan kesunyian dingin di larut waktu//
https://1.bp.blogspot.com/-qtCgW0twJEI/YK4jKkR0njI/AAAAAAAABL4/MCS4emETjnw4Y48n0wpcDK4aluGdwvXBgCLcBGAsYHQ/w640-h426/Gerhana%2Bbulan%2Bpurnama.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-qtCgW0twJEI/YK4jKkR0njI/AAAAAAAABL4/MCS4emETjnw4Y48n0wpcDK4aluGdwvXBgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h426/Gerhana%2Bbulan%2Bpurnama.jpg
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2021/05/dari-puncak-purnama-sajak-sajak-ibg.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2021/05/dari-puncak-purnama-sajak-sajak-ibg.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content