Genjek Bukan Seni Mabuk

Genjek bukanlah seni mabuk. Genjek merupaan kesenian khas Karangasem yang sarat dengan nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual.

Genjek sering diidentikkan dengan mabuk-mabukkan. Pasalnya, para pemain genjek kerap magenjekan sambil matuakan. Kesan miring ini ditepis IB Nyoman Mantra, Doktor Wacana Sastra di Program Studi Ilmu Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud dalam disertasinya berjudul, “Teks Lisan Genjek di Kabupate Karangasem”. Disertasi ini dipertahankan dalam promosi doktor di gedung Dr. Ir. Soekarno, FIB Unud, Kamis (12/1).

Menurut Mantra, genjek sejatinya merupakan kesenian khas Karangasem yang sarat dengan nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual. “Walaupun ada minuman tuak, pemain genjek tidak sampai mabuk,” kata Mantra.

IB Nyoman Mantra saat mempertahankan disertasinya dengan judul "Teks Lisan Genjek di Karangasem" dalam Ujian Promosi Doktor Ilmu Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud, 12 Januari 2017. (Repro: www.fib.unud.ac.id)

Genjek yang diteliti Mantra yakni di Desa Seraya dan sejumlah desa lain di Karangasem. Menurut Mantra, pemain genjek di Seraya memang tujuannya magenjekan, sedangkan minum tuak bukan tujuan utama. Sebaliknya, ada orang yang mabuk dulu baru megenjekan. Pemain genjek jenis inilah yang memberi citra buruk terhadap kesenian genjek.

Hasil penelitian Mantra, teks lisan genjek merupakan teks lirik lagu yang digunakan untuk mengekspresikan ide, gagasan, pesan, nasihat, petunjuk yang ingin disamoaikan oleh pemainnya kepada penikmatnya. Kata-kata yang yang terdapat dalam lirik-lirik teks genjek disusun secara terstruktur sehingga mampu mengekspresikan makna khusus sesuai konteksnya.

“Hal menarik yang dapat disimak dari proses penciptaan teks genjek adalah proses kreatif yang dilakukan secara kolektif dan bersifat spontanitas. Kelompok genjek ini membangun teks sesuai dengan perkembangan dan fenomena sosial yang berkembang di sekitarnya,” kata Mantra.

Teks lisan genjek diciptakan secara bersama-sama oleh pemain genjek yang berasas pada kekompakan dan kebersamaan. Teks lisan genjek memiliki kata-kata yang diikat nada toreng atau nada lagu. Jumlah kata dan panjang pendeknya kalimat dalam tiap-tiap baitnya tergantung pada panjang pendeknya nada toreng.
“Diksi yang diguakan sangat erat kaitannya dengan isu-isu terkini dalam masyarakat,” kata Mantra.

Teks genjek diciptakan berdasarkan tiga tema pokok, yaitu kehidupan masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Kehidupan masa lalu dikaitkan dengan masa sekarang sehingga mencerminkan kenangan dan kerinduan pada masa lalu. Teks genjek dengan tema masa kini dikaitkan dengan keadaan hidup masa kini dan genjek yang bertema masa yang akan datang menyampaikan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Genjek memiliki sejumlah fungsi, di antaranya fungsi hiburan, fungsi pendidikan, fungsi mengenang masa lalu, fungsi solidaritas, fungsi pengendalian sosial, fungsi protes dan kritik sosial, dan fungsi religius. “Makna teks lisan yang ditemukan peneliti dalam genjek meliputi makna kasih sayang, makna kesadaran kolektif, makna ritual, dan makna pengakuan adanya stratifikasi sosial,” kata Mantra.

Teks lisan genjek, kata Mantra, merupakan media budaya kerakyatan yang memiliki nilai-nilai positif yang dapat menjaga tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik. “Teks lisan genjek dapat digunakan sebagai media pembelajaran karakter bangsa,” kata Mantra.

Mantra merupakan doktor ke-117 di Prodi Doktor S3 Ilmu Linguistik sejak prodi ini berdiri. Mantra juga merupakan doktor pertama yang menggunakan gedung Dr. Ir. Soekarno untuk ujian terbuka/promosi doktor. Mantra merupakan doktor kedua yang dilahirkan FIB sejak prodi doktor Lingusitik dan Prodi Doktor Kajian Budaya dikelola oleh FIB mulai tahun 2017. Doktor pertama yakni Wayan Suwandi dari  Prodi Doktor Kajian Budaya yang ujiannya berlangsung akhir Desember lalu di Gedung Pascasarjana Unud Jalan Sudirman Denpasar.

Ujian perdana di gedung Dr. Ir. Soekarno ini dipimpin langsung Dekan FIB, Ni Luh Sutjiati Beratha. Tim penguji yang dipimpin IB Putra Yadnya menyatakan menerima disertasi Mantra dengan predikat kelulusan Sangat Baik. (b.)

COMMENTS

BLOGGER: 1
  1. Saya sebagai orang Karangasem yg dikenal GOLKAR (golongan karangasem)masih banyak yg memberi label serba kekurangan pada hal potensi alam, sdm, seni klasik tidak kalah menarik dan uniknya dng daerah lain. Genjek harus dijadikan ikonnya seni kelisanan Karangasem atau Bali sebagai musik mulut selain cak. Memang seni genjek hidup di kalangan masyarakat bawah yg kebetulan dipublikasikan di arena orang sedang minum tuak, tapi genjek lahir bukan saat orang mabuk. Benar apa yg dikatakan oleh Doktor baru kita Ida Bgs Nyoman Mantra Genjek Bukan Seni Mabuk tapi lebih pas dikatakan seni yg memabukkan karena syair dan irama lagunya begitu memikat setiap pendengar. Info lengkap tentang genjek kita akan saksikan pada seminar di FIB Unud nanti, datanglah......

    BalasHapus
Terima kasih atas kesediaan Anda menulis komentar yang santun.

SLOKA BALI$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0

/fa-fire/PALING DICARI$type=one

Nama

Bale Bengong,8,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,BALINESIA,1,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,4,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,11,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Genjek Bukan Seni Mabuk
Genjek Bukan Seni Mabuk
Genjek bukanlah seni mabuk. Genjek merupaan kesenian khas Karangasem yang sarat dengan nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual.
https://2.bp.blogspot.com/-BN2wNcm-Veo/WIFPY9KLwYI/AAAAAAAAAKo/F7oasPvg2jsew9KZHE3_Nicp6QhKOAjzACLcB/s640/IB%2BNyoman%2BMantra.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-BN2wNcm-Veo/WIFPY9KLwYI/AAAAAAAAAKo/F7oasPvg2jsew9KZHE3_Nicp6QhKOAjzACLcB/s72-c/IB%2BNyoman%2BMantra.jpg
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2017/01/genjek-bukan-seni-mabuk.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2017/01/genjek-bukan-seni-mabuk.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content