Nyepi Itu Perjuangan!

Catatan Ketut Mayasa Lacur Beberapa jam lagi, orang Bali (Hindu) memasuki perayaan hari Nyepi. 24 jam penuh, sejak Rabu (9/3) pukul 06....

Catatan Ketut Mayasa Lacur

Beberapa jam lagi, orang Bali (Hindu) memasuki perayaan hari Nyepi. 24 jam penuh, sejak Rabu (9/3) pukul 06.00 hingga Kamis (10/3) pukul 06.00 Wita, Bali menutup diri. Aktivitas sehari-hari dihentikan total. Kala malam tiba, Bali dibuat gelap gulita. Suasana serbahening diharapkan memberi ruang orang Bali berkontemplasi, merefleksi perjalanan sepanjang tahun yang baru berlalu, menyongsong hari baru yang lebih baik. 

Dalam maknanya secara spiritual, Nyepi merupakan momentum untuk berdialog dengan diri sendiri. Nyepi membuka ruang untuk menyelami suara-suara di kedalaman batin, yang di tengah hiruk-pikuk kehidupan teramat sering terabaikan, tak terhiraukan. 

Ogoh-ogoh "Gerhana" yang diarak dalam Parade Ogoh-ogoh Desa Adat Kuta, Selasa (8/3) malam.
 (Courtesy: Nyoman Graha Wicaksana)
Tradisi Bali memaknai Nyepi sebagai cara memuliakan dan mensyukuri karunia kehidupan. Itu sebabnya, di banyak desa di Bali, masih terjaga hingga kini, tradisi Nyepi lokal secara cerminan wujud syukur kepada Sang Pencipta. 

Namun, sungguh, tidak mudah mewujudkan Nyepi sejati, Nyepi yang sebenar-benarnya Nyepi. Nyepi yang tak semata ditandai dengan sepi di luar diri, tetapi juga hening di dalam diri. Lantaran Nyepi sejati menuntut kesediaan dan kesetiaan berdamai dengan diri sendiri. 

Nyepi senantiasa menghadirkan tantangan bahkan gangguan. Karena ini perjalanan menjelajahi alam diri yang mahaluas, tantangan dan gangguan terhebat tentu saja berasal dari dalam diri sendiri. Tantangan pertama dan terutama tiada lain kemauan dan kesediaan untuk menjalani sepi itu sendiri. Banyak orang tidak siap menerima sepi sebagai karunia yang patut disyukuri. Bagi mereka, sepi laksana penjara dengan terali besi yang membelenggu. Pada akhirnya mereka pun mencaci maki sepi. Bagi orang-orang ini, kebebasan adalah keluar dari belenggu sepi. 

Sebaliknya, ada orang yang merindukan sepi, menunggu-nunggu datangnya sunyi. Berbeda dengan orang-orang memandang sepi sebagai belenggu, justru bagi orang-orang pemuja sunyi, sepi adalah kebebasan. Bagi mereka, sepi bukan semata membebaskan dari kebisingan dan kekalutan hidup, tetapi juga menerbitkan energi baru bagi lahirnya kehidupan yang lebih segar. Seperti halnya Einstein yang mensyukuri karunia sunyi karena dari sepi dan hening tatkala mengamati jatuhnya buah apel dari pokoknya membuatnya melahirkan teori relativitas. Atau, Thomas Alva Edison yang justru mampu menciptakan bola lampu di tengah keheningan dan kegelapan. 

Karena itu, Nyepi sungguh merupakan perjuangan. Mereka yang sepenuh hati menyelami kesejatian Nyepi, tidak saja berjuang melawan kesunyian dan kegelapan, tetapi juga melawan ambisi, ego, nafsu, amarah dan juga rasa takut yang terus membuncah dalam diri. Tak terkecuali amarah karena merasa kemuliaan hari Nyepi dilecehkan oleh orang-orang yang tidak turut merayakan Nyepi.

Suasana Nyepi yang kali ini berbarengan dengan fenomena alam mahalangka, gerhana matahari total, lagi-lagi menawarkan momentum kontemplasi di kedalaman batin. Dalam berbagai tradisi masyarakat lokal di berbagai belahan dunia, peristiwa gerhana matahari senantiasa disambut dengan laku refleksi diri.

Pesan hakiki Nyepi ini, tentu saja bukan monopoli orang Bali (Hindu) yang kebetulan mewarisi tradisi hari Nyepi sejak berabad-abad silam dari leluhurnya, tapi juga semua manusia di dunia yang mencita-citakan kedamaian. Lantaran kedamaian dunia berakar pada kedamaian di dalam diri. Dan ruang itu dibuka lebar-lebar di hari Nyepi. Selamat hari Nyepi! (b.)

COMMENTS

BLOGGER

SLOKA BALI$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0

/fa-fire/PALING DICARI$type=one

Nama

Bale Bengong,8,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,BALINESIA,1,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,4,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,11,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Nyepi Itu Perjuangan!
Nyepi Itu Perjuangan!
https://2.bp.blogspot.com/-d8YCvEmA3QA/Vt9UsQMGDZI/AAAAAAAAAC0/h8tsOgtrz2o/s640/Ogoh-ogoh%2BGerhana%2Bdi%2BKuta.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-d8YCvEmA3QA/Vt9UsQMGDZI/AAAAAAAAAC0/h8tsOgtrz2o/s72-c/Ogoh-ogoh%2BGerhana%2Bdi%2BKuta.jpg
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2016/03/nyepi-itu-perjuangan.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2016/03/nyepi-itu-perjuangan.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content