Penerbit Buku Bali Belum Risaukan Buku Digital

Penetrasi buku digital kini semakin kuat. Bagaimana masa depan buku cetak? Bagaimana pula nasib penerbit yang masih setia hanya menerbitkan buku-buku cetak?

Penerbit buku-buku agama Hindu dan budaya Bali masih belum terlalu merisaukan perkembangan buku digital atau buku elektronik (e-book). Meski banyak yang meramalkan buku cetak bakal tergusur buku digital, penerbit buku Bali masih optimistis karena menilai antara buku cetak dan buku digital memiliki pasar sendiri. 

Hal ini diungkapkan I Wayan Yasa, pemilik penerbit Paramita saat menjadi pembicara dalam seminar "Buku Cetak di Era Digitalisasi" yang diselenggarakan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Provinsi Bali di wantilan UPT Taman Budaya, Denpasar, Selasa (24/11). Seminar yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Widya Pataka bagi 12 penulis dan pengarang Bali itu juga menampilkan pembicara Dewa Gde Windu Sancaya (Universitas Udayana) dan I Wayan Juniarta (wartawan The Jakarta Post). 

Para penerima penghargaan Widya Pataka 2015. (balisaja.com)
"Buku cetak memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri. Buku digital juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Masing-masing memiliki pasarnya sendiri," kata Yasa.

Yasa masih optmistis, buku cetak masih diminati masyarakat, termasuk di Bali. Itu sebabnya, pihaknya belum mengembangkan bentuk buku digital. Pihaknya baru melakukan pemasaran buku cetak secara online.

Juniarta pun senada dengan Yasa. Kata Juniarta, meskipun buku digital semakin berkembang, kenyataannya pengiriman gawai pembaca buku digital (ereader) semacam kindle cenderung menurun. "Antara buku cetak dan buku digital tidak akan saling menghancurkan tetapi menjadi koeksistensi," kata Juniarta. 

Juniarta berpandangan persoalan yang dihadapi Indonesia, termasuk Bali, bukanlah persaingan antara buku cetak dan buku digital, melainkan kebudayaan membaca orang Indonesia yang masih rendah. "Kalau dibilang daya beli rendah, kenyataannya orang Indonesia bisa membeli mobil terbaru dan gonta-ganti ponsel," kata Juniarta.

Juniarta menengarai orang Indonesia memang lebih suka lisan dan bergosip. Itu sebabnya, Facebook laku di Indonesia. "Tantangan lainnya, tingkat kemampuan berkonsentrasi manusia kini tak lebih dari 8 detik," kata Juniarta.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Provinsi Bali, Luh Putu Haryani meyakini buku cetak tetap akan bertahan meskipun penetrasi buku digital semakin meningkat. “Pengalaman yang didapatkan saat membaca buku cetak tidak bisa didapatkan saat membaca buku digital. Ini yang menyebabkan buku digital tidak bisa serta merta menggantikan buku cetak,” kata Haryani.

Namun, imbuh Haryani, pihaknya tidak lantas menutup diri dari perkembangan yang berkaitan dengan buku digital. Baginya, buku digital melengkapi keberadaan buku cetak. Karena itu, pihaknya di Bapusipda Bali sudah melakukan digitalisasi sejumlah koleksi yang ada di Bapusipda.

Digitalisasi, kata Haryani, kini sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan bagi perpustakaan daerah. Menurut Haryani, digitalisasi juga sebagai langkah penyelamatan berbagai koleksi perpusda. 

Penghargaan Widya Pataka diberikan kepada 12 penulis, baik fiksi maupun nonfiksi. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya enam penulis. Untuk kategori fiksi berbahasa Bali, Widya Pataka diberikan kepada Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten (Jro Lalung Ngutah), I Gusti Agung Wiyat S. Ardi (Bogolan) dan Ni Kadek Widiasih (Sang Kinasih). Kategori fiksi berbahasa Indonesia diberikan kepada Kadek Sonia Piscayanti (Perempuan Tanpa Nama) dan Putu Satria Kusuma (Cupak Tanah).

Pada kategori nonfiksi, Widya Pataka diberikan kepada I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa (Budaya, Partai Politik, dan Masyarakat), Ida Agung Made Gayatri (Budaya Kanuragan Bali), I Nyoman Gde Suardana (Rupa Nir-Rupa Arsitektur Bali), I Gede Mahardika (Bioenergetika Hewan Tropika), I Dewa Gede Palguna (Ancaman Perang dari Ruang Angkasa: Telaah Yuridis Perspektif Hukum Internasional), Hardiman (Eksplo(ra)si Tubuh: Esai-esai Kuratorial Seni Rupa), dan I Gede Semadi Astra (Birokrasi Pemerintahan Bali Kuno Pada Abad XII—XIII: Sebuah Kajian Epigrafis).


Haryani menjelaskan Widya Pataka diberikan sebagai apresiasi dan motivasi kepada para penulis Bali yang telah mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki kepada masyarakat melalui buku. Di sisi lain, penghargaan ini juga untuk menggairahkan industri penerbitan buku di Pulau Dewata.

Rabu (25/11) pagi ini, Bapusipda juga menggelar bedah buku “Widya Pataka” 2015. Ada empat buku yang dibedah, yakni Budaya Kanuragan Bali karya Gayatri Mantra oleh Sugi Lanus, Eksplo(ra)si Tubuh karya Hardiman oleh Kun Adnyana, Perempuan Tanpa Nama karya Sonia Piscayanti oleh Wayan Jengki Sunarta dan Bogolan karya Wiyat S. Ardi oleh Wayan Suardiana. (b.)

COMMENTS

BLOGGER

SLOKA BALI$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0

/fa-fire/PALING DICARI$type=one

Nama

Bale Bengong,8,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,BALINESIA,1,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,4,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,11,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Penerbit Buku Bali Belum Risaukan Buku Digital
Penerbit Buku Bali Belum Risaukan Buku Digital
Penetrasi buku digital kini semakin kuat. Bagaimana masa depan buku cetak? Bagaimana pula nasib penerbit yang masih setia hanya menerbitkan buku-buku cetak?
http://1.bp.blogspot.com/-APecckJevAw/VlTlEVHFljI/AAAAAAAAC38/8X5TTr6UIho/s640/Penyerahan%2BWidya%2BPataka%2B2015.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-APecckJevAw/VlTlEVHFljI/AAAAAAAAC38/8X5TTr6UIho/s72-c/Penyerahan%2BWidya%2BPataka%2B2015.jpg
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2015/11/penerbit-buku-bali-belum-risaukan-buku.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2015/11/penerbit-buku-bali-belum-risaukan-buku.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content