Ukuran Sukses LPD Bukan Laba, tapi "Labda"

Teks dan Foto: I Made Sujaya Pelayanan di LPD Desa Adat Kuta Lembaga  Perkreditan Desa (LPD) di tiap-tiap desa adat/pakraman di Ba...

Teks dan Foto: I Made Sujaya

Pelayanan di LPD Desa Adat Kuta
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di tiap-tiap desa adat/pakraman di Bali sejatinya merupakan lembaga adat milik desa adat/pakraman yang menjalankan fungsi khusus keuangan dan perekonomian di desa adat. Tujuan utama pendirian LPD untuk menjadi penyangga terjaganya adat dan budaya Bali yang berbasis desa adat. Karena itu, kesuksesan LPD tidak bisa diukur dari aset dan laba yang tinggi, tetapi sejauh mana LPD bisa menopang adat dan budaya Bali. Pandangan ini dikemukakan Ketua LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra dan Kepala LPD Desa Adat Pecatu, I Ketut Giriartha ketika berbincang dengan balisaja.com menanggapi perkembangan LPD di Bali belakangan ini.

“Sukses LPD itu bukan pada labanya, tapi labda. Labda itu konsep keberhasilan dalam tradisi Bali yang tidak hanya menekankan pada aspek materi tetapi juga imateri. Kesuksesan dari sisi sekala sekaligus juga niskala, kesuksesan dari aspek fisik sekaligus juga nonfisik,” kata Madra.

Menurut Madra, LPD tidak saja menjalankan fungsi keuangan dan perekonomian krama tetapi juga berperan sebagai motivator dan dinamisator pembangunan di desa adat. Fungsi sebagai motivator, yakni LPD menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi krama desa untuk maju, baik secara pribadi maupun dalam konteks sebagai komunitas di desa adat. Fungsi sebagai dinamisator, yakni LPD menggerakkan segala potensi krama desa di desa adat untuk mencapai tujuan mensejahterakan krama desa, baik secara sekala maupun niskala.

“LPD tidak bisa lagi dipandang semata-mata sebagai lembaga keuangan. Spirit yang mendasari kelahiran LPD adalah sebagai penyangga adat, budaya dan agama masyarakat Bali. Karena itu, sasaran LPD bukan semata-mata untung dan aset yang besar, tapi sejauh mana adat, budaya dan agama masyarakat Bali itu tegak di desa adat,” kata Madra.

Akan tetapi, menurut Madra, fungsi motivator dan dinamisator itu akan bisa diemban dengan baik apabila seluruh komponen di desa adat, baik pengurus dan karyawan, pengawas dan prajuru desa adat, krama desa serta stakeholders senantiasa mendukung keberadaan LPD. Dukungan yang diharapkan berupa partisipasi aktif dalam menyukseskan berbagai produk dan program LPD, sumbangan pemikiran, termasuk kritik konstruktif bagi kemajuan LPD.

Hal senada diungkapkan Giriartha. Tujuan LPD, kata Giriartha, sesungguhnya bukan meraih keuntungan. Jika ditelusuri, apa yang disebut keuntungan LPD sebetulnya bukanlah laba dalam pengertian umum. Laba dalam konteks LPD cenderung dalam pengertian nilai manfaat untuk mengemban fungsi sosial dan kultural.

“Keuntungan LPD dikembalikan kepada komunitas untuk mengemban fungsi sosial dan kultural di desa adat,” kata Giriartha. Fungsi sosial dan kultural itu berkaitan dengan tiga aspek yakni parahyangan, pawongan dan palemahan.


Karena itu, bagi Giriartha, LPD sesungguhnya merupakan agent of change (agen perubahan) di desa adat. LPD menjadi urat nadi yang menggerakkan desa adat. Dalam pemahaman teks-teks tradisional, LPD diibaratkan sebagai kamadhuk, sapi Dewa Siwa yang menghasilkan susu untuk kesejahteraan umat manusia. (b.)

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Bale Bengong,7,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,3,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,10,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Ukuran Sukses LPD Bukan Laba, tapi "Labda"
Ukuran Sukses LPD Bukan Laba, tapi "Labda"
http://1.bp.blogspot.com/-NQeRkdaG5j4/UoBgELnulvI/AAAAAAAABaI/U3P-IyNFcow/s400/LPD+Kuta.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-NQeRkdaG5j4/UoBgELnulvI/AAAAAAAABaI/U3P-IyNFcow/s72-c/LPD+Kuta.jpg
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2013/11/ukuran-sukses-lpd-bukan-laba-tapi-labda.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2013/11/ukuran-sukses-lpd-bukan-laba-tapi-labda.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content