Siapa Bilang Tradisi Mapatung Galungan Kian Pudar?

Tradisi Mapatung, Tradisi Mapayon, Tradisi Hari Galungan dan Kuningan

Teks dan Foto: I Made Sujaya

Selain mamenjor, perayaan hari suci Galungan dan Kuningan di Bali biasanya diwarnai pula dengan tradisi mapatung. Tradisi bergotong-royong memotong babi (nampah celeng) ini biasanya dilaksanakan saat Penampahan Galungan, sehari menjelang puncak hari Galungan. Di beberapa tempat, tradisi mapatung dilaksanakan pada Penyajaan Galungan atau malah pada Penyekeban Galungan.



Mapatung merupakan tradisi memotong babi secara bergotong-royong. Tidak saja bergotong royong saat pemotongan, tetapi juga bergotong-royong dalam menanggung biaya membeli babi. Setelah selesai disembelih, daging babi itu lalu dipotong-potong dan dibagi secara bersama-sama secara merata. Daging babi itulah yang kemudian di-ebat, diolah menjadi aneka menu masakan khas Bali di rumah masing-masing, seperti lawar, sate, komoh dan sejenisnya.

Kini, banyak krama Bali di kota-kota yang melaksanakan tradisi mapatung semacam itu. Ada yang mapatung bersama keluarga, ada yang mapatung di banjar, di sekaa gong atau kelompok-kelompok tertentu, ada yang di kantor dan lainnya.

Putu Sudarta, mantan Bendesa Adat Desa Adat Tista, Busungbiu, Buleleng tergolong paling sering mapatung. Ketika Galungan tiba, Putu Sudarta sudah mendapat tawaran untuk mapatung dari sejumlah rekan-rekannya di desa. Sebagai mantan Bendesa Adat, Putu memang dikenal guyub dengan tetangga dan teman-temannya.

Mapatung itu pokoknya mengasyikkan. Menyembelih babinya memang tidak seberapa, tetapi suasana saling goda antarteman, saling cerita, itu yang luar biasa. Daging babinya mungkin bisa dibeli di pasar dengan harga yang sama atau lebih murah, tetapi suasana keakraban itu sangat mahal dan tidak bisa dibeli,” kata Putu Sudarta yang kini menjabat Ketua LPM Desa Tista.

Sudarta mengakui tak sedikit rekan-rekannya, termasuk anak-anaknya yang kerap menyarankan agar membeli daging babi saja daripada repot-repot mapatung. Namun, Sudarta tetap memilih mapatung karena dianggap lebih baik.

Tradisi mapatung tidak hanya hidup di desa. Di perkotaan juga tradisi mapatung masih hidup. Bahkan belakangan tradisi ini juga seperti direvitalisasi lagi. Banyak warga kota yang sebelumnya tak pernah mapatung, rindu untuk mapatung.

Made Wendra, mantan Bendesa Desa Adat Kuta juga beberapa kali mengajak rekan-rekannya sesama tokoh Kuta mapatung di rumahnya. Selanjutnya, mereka juga mebat bersama-sama.

“Sekali-sekali perlulah mapatung biar bisa kedek pakenyem bersama-sama,” kata Wendra.

Di Desa Adat Kedonganan, Badung, tradisi mapatung direvitalisasi dalam bentuk lain. LPD Desa Adat Kedonganan sejak tahun 2010 secara rutin membagikan daging babi gratis kepada seluruh krama desa yang juga nasabah lembaga keuangan khusus milik desa adat itu.

Daging babi itu dibeli dari para peternak babi di Badung dan luar Badung. Selanjutnya daging babi itu dicek oleh petugas khusus dari dokter hewan untuk memastikan kesehatan babi yang akan dipotong. Babi-babi itu lalu dipotong dan dibagi-bagikan kepada seluruh krama desa. Biasanya, masing-masing krama mendapatkan bagian 3 kg.

“Malah ada tambahan uang bumbu juga,” kata Kepala LPD Kedonganan, I Ketut Madra.

Bagi-bagi daging babi gratis kepada krama ini merupakan bentuk lain dari tradisi mapatung. Dengan pola ini, diharapkan kebersamaan krama terjalin, kepercayaan dan hubungan antara LPD dan krama semakin kuat. Di sisi lain, ekonomi kerakyatan, khususnya para peternak babi di Bali juga terbantu.


Untuk Galungan kali ini, pembagian daging babi di Kedonganan dilaksanakan Senin, 21 Oktober 2013 besok. Masing-masing krama desa mendapat jatah 3 kg daging babi dan uang bumbu Rp 50.000. Semua dana daging babi dan uang bumbu ini diambil dari keuntungan LPD Kedonganan sebagai wujud nyata LPD yang merupakan lembaga keuangan berbasis adat milik krama desa adat.  (b.)

COMMENTS

BLOGGER

SLOKA BALI$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0

/fa-fire/PALING DICARI$type=one

Nama

Bale Bengong,8,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,266,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,BALINESIA,1,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,4,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,11,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Siapa Bilang Tradisi Mapatung Galungan Kian Pudar?
Siapa Bilang Tradisi Mapatung Galungan Kian Pudar?
Tradisi Mapatung, Tradisi Mapayon, Tradisi Hari Galungan dan Kuningan
http://3.bp.blogspot.com/-YC72m8JjIww/UmPba3i4EkI/AAAAAAAABSc/qoui7_euR5U/s640/Mapatung.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-YC72m8JjIww/UmPba3i4EkI/AAAAAAAABSc/qoui7_euR5U/s72-c/Mapatung.jpg
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2013/10/siapa-bilang-tradisi-mapatung-galungan.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2013/10/siapa-bilang-tradisi-mapatung-galungan.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content