Tirtha Yatra di Hari Kuningan ke Pura Sakenan dan Pura Purusada

Pura Sakenan, Pura Purusada, Tirtha Yatra, Tirtha Yatra di Hari Galungan dan Kuningan, Multikulturalisme Bali

Teks dan Foto: I Made Sujaya

Pura Purusada di Desa Kapal, Mengwi, Badung
Hari raya Kuningan tidak saja sebagai momentum untuk memaknai “peperangan” hebat di dalam diri, tetapi juga saat tepat menyelami jejak-jejak multikulturalisme Bali. Sejumlah pura yang melaksanakan pujawali (peringatan hari pendirian pura) pada hari Kuningan, seperti Pura Sakenan di Serangan, Denpasar dan Pura Purusada di Kapal, Badung mengguratkan jejak-jejak multikulturalisme Bali. Di kedua pura penting itu, manusia Bali bisa belajar bagaimana menerima pengeruh kebudayaan lain bahkan mengadopsinya tetapi tetap tidak mengurangi jati diri Bali.


--------------------------------------------------------

Saban hari raya Kuningan, umat Hindu dari berbagai pelosok Bali biasanya mengarus menuju Pura Sakenan, di Serangan, Denpasar Selatan. Pura yang konon didirikan Mpu Kuturan ini memang tampil sederhana tapi bersahaja. Kebersahajaannya itulah yang justru memikat hari umat untuk datang.

Jauh sebelumnya, sekitar abad ke-15 silam, Dang Hyang Nirartha sudah lebih dulu terpikat dengan Sakenan. Ketika mengadakan perjalanan suci mengelilingi Pulau Bali, Pura Sakenan ini juga sempat disinggahinya. Diceritakan, setelah Danghyang Nirartha mensucikan diri di Bukit Payung, beliau meneruskan perjalanan dengan menyusuri pantai ke arah utara. Dalam perjalanannya ini, Danghyang Nirartha menjumpai dua buah pulau kecil yang diberi nama Nusa Dua. Di pulau inilah, Danghyang Nirartha melepaskan lelah sambil menyusun kekawin Anyang Nirartha. Kekawin ini melukiskan dengan apik betapa laut menyimpan makna keindahan yang dalam, terlebih lagi bagi seorang kawi (penyair).

Usai menulis kekawin Anyang Nirartha, Danghyang Nirartha melanjutkan perjalanannya ke arah utara  hingga akhirnya bertemu dengan sebuah pulau kecil yang juga memantik batin rasa Danghyang Nirartha. Inilah Pulau Serangan yang dikelilingi laut yang indah dan pasir putih yang mempesona. Pada pantai bagian Barat pulau Serangan, Danghyang Nirartha beristirahat sambil tak putus-putusnya mengagumi keindahan alam sekitarnya. Di tepi pantai bagian Barat itu pula Danghyang Nirartha mendirikan palinggih (bangunan suci).

Sakenan sendiri, seperti ditulis Soebandi berasal dari kata sakya yang berarti dapat langsung menyatukan pikiran. Karenanya, berdirinya Pura Sakenan sejatinya memang dimaksudkan sebagai tempat bagi umat untuk menyatukan pikirannya menuju hening, heneng menggapai kesucian dan kedamaian hati.

Kata sakya mengingatkan pada istilah sakya dalam ajaran Budha. Itu sebabnya, Pura Sakenan diyakini merupakan jejak pertemuan Siwa-Budha.

Bali-Majapahit

Jejak multikulturalisme dalam konteks lain juga dapat dilihat di Pura Purusada yang juga melaksanakan pujawali bertepatan dengan hari Kuningan. Pura Purusada terletak di Desa Kapal, Mengwi, Badung. Masyarakat Badung biasa menyebut pura ini dengan nama Pura Sada.

Kata Purusada mengingatkan pada kata prasada dalam bahasa Jawa Kuno yang berarti ‘candi’. Memang, ikon Pura Purusada adalah sebuah candi tinggi menjulang di areal utama pura.

Kehadiran candi di Pura Purusada menunjukkan adanya relasi antara kebudayaan Bali dan Majapahit. Namun, menurut penelusuran data-data sejarah, Pura Purusada berdiri sebelum berdirinya kerajaan Majapahit. Majapahit baru berdiri tahun 1216 Masehi, sedangkan pada sumber-sumber susastra serta prasasti di Bali disebutkan Pura Purusada sudah ada jauh sebelumnya, sekitar abad ke-10 tatkala pemerintahan Gunaprya Dharmapatni.

Dalam prasasti Kramaning Kapal yang dikeluarkan Raja Sri Jayasakti yang memerintah Bali sekitar tahun 1119—1150 disebutkan masyarakat Desa Kapal bebas pajak karena nyungsung Pura Purusada. Prasasti ini kini di-sungsung di Pura Purusada. Memang, dalam lontar Babad Bhumi disebutkan ada orang-orang Kalingga di Jawa yang datang ke Kapal. Namun, kehadiran orang-orang Kalingga itu diduga untuk memperbaiki Pura Purusada dan itu terjadi sekitar abad ke-11. Hanya saja, mungkin ketika Majapahit menguasai Bali, untuk menanamkan pengaruh budaya di Bali, Majapahit berusaha memengaruhi motif arsitektur bangunan Pura Purusada.

Selain adanya candi bertingkat sebelas, keunikan lain Pura Purusada tentu saja bahan bangunan yang seluruhnya menggunakan batu bata merah. Karenanya, Pura Purusada menjadi salah satu bangunan suci di Bali yang memiliki nilai historis tinggi. (b.)

COMMENTS

BLOGGER

SLOKA BALI$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0

/fa-fire/PALING DICARI$type=one

Nama

Bale Bengong,8,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,BALINESIA,1,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,4,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,11,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Tirtha Yatra di Hari Kuningan ke Pura Sakenan dan Pura Purusada
Tirtha Yatra di Hari Kuningan ke Pura Sakenan dan Pura Purusada
Pura Sakenan, Pura Purusada, Tirtha Yatra, Tirtha Yatra di Hari Galungan dan Kuningan, Multikulturalisme Bali
http://3.bp.blogspot.com/-E9MN-GKTK0w/UWAXpGNTZsI/AAAAAAAAA74/RqNvaRv_Tys/s400/DSCN4341.JPG
http://3.bp.blogspot.com/-E9MN-GKTK0w/UWAXpGNTZsI/AAAAAAAAA74/RqNvaRv_Tys/s72-c/DSCN4341.JPG
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2013/04/tirtha-yatra-di-hari-kuningan-ke-pura.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2013/04/tirtha-yatra-di-hari-kuningan-ke-pura.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content