Ogoh-ogoh, Janganlah Lebay!

Ogoh-ogoh, Sejarah Ogoh-ogoh, Nyepi, Tradisi Nyepi

Teks dan Foto: I Made Sujaya


Ogoh-ogoh tampaknya tak bisa dipisahkan dari hari raya Nyepi. Boneka raksasa kini sudah menjadi ikon hari raya Nyepi. Perayaan Nyepi terasa kurang lengkap tanpa ogoh-ogoh. Itu sebabnya, ketika dulu pemerintah melarang pembuatan ogoh-ogoh karena menjelang hajatan politik, banyak yang protes. 
Sudah sejak dua bulan lalu, banjar-banjar di seantero Bali disibukkan dengan aktivitas membuat ogoh-ogoh. Yang paling sibuk tentu saja anak-anak muda yang tergabung dalam sekaa teruna. Mereka sibuk memikirkan tema ogoh-ogoh yang akan dibuat. Umumnya memilih tema bhuta kala. Namun belakangan ada yang mengambil tema-tema kontemporer, seperti antikorupsi. Kesibukan para pemuda membuat ogoh-ogoh semakin terasa kuat sebulan terakhir. 
Jika mau berkeliling ke banjar-banjar di kawasan Badung, Denpasar, Gianyar dan Tabanan, tampilan ogoh-ogoh semakin mengesankan. Jika dulu ogoh-ogoh hanya berwujud tunggal, kini sudah menampilkan beberapa sosok sekaligus. Hebatnya lagi, beberapa sosok itu ditampilkan dalam suatu gambaran kisah pertarungan. Secara teknik pun menjadi mengesankan karena tumpuan ogoh-ogoh hanya satu kaki atau satu tangan salah satu tokoh ogoh-ogoh. 
Pengamat seni dari ISI Denpasar, Kadek Suartaya berkali-kali memuji kemajuan teknik pembuatan ogoh-ogoh ini. Hal ini, kata Kadek Suartaya menunjukkan adanya perkembangan kerativitas anak-anak muda. Perkembangan ini, kata Kadek, mesti disambut positif dan diberi saluran yang tepat agar bermanfaat. 
Perkembangan kreativitas pemuda ini tampaknya banyak dipicu oleh gelaran lomba ogoh-ogoh yang biasanya difasilitasi pemerintah atau pun desa adat. Motivasi untuk tampil sebagai pemenang mendorong lahirnya kreativitas baru, baik dari segi tampilan ogoh-ogoh maupun teknik pembuatannya.
Ketua PHDI Bali, IGN Sudiana menyambut positif adanya lomba ogoh-ogoh itu. Menurut Sudiana, melalui lomba ogoh-ogoh, karakter budaya Bali semakin tercermin. Dalam karakter itu terjadi proses pembacaan kembali sastra agama yang dirujuk sebagai sumber tema pembuatan ogoh-ogoh.
“Itu artinya secara agama cukup baik, ada proses belajar agama di tingkat anak-anak muda. Kita di Bali belajar agama kan memang begitu, tidak semua bisa langsung melalui sastra agama tetapi melalui media ogoh-ogoh ini sesungguhnya juga belajar sastra agama,” ujar Sudiana. 
Itu sebabnya, penulis buku-buku agama Hindu yang juga mantan dosen IHDN Denpasar, I Ketut Wiana menyatakan meskipun ogoh-ogoh tidak disebutkan dalam sastra agama, keberadaannya merupakan tradisi serangkaian perayaan hari Nyepi yang positif bagi pembinaan kreativitas generasi muda Hindu. Hanya memang, menurut Wiana, para panglingsir atau pun prajuru banjar mesti tetap mengarahkan anak-anak muda itu agar dalam memilih tema ogoh-ogoh tetap mengacu pada sastra agama.
“Ingat ogoh-ogoh itu bukan wujud setan, tetapi bhuta kala. Bhuta kala itu bukan setan. Bhuta kala itu cerminan rasa cemas kita yang mengerikan dalam menjalani hidup dan kehidupan. Rasa cemas itulah yang kita somya atau netralisir di hari pergantian tahun menuju kehidupan baru yang lebih baik,” tegas Wiana. 
Karena itu, pembuatan atau pun pengarakan ogoh-ogoh sebaiknya tidak terlalu berlebihan. Jangan malah sebaliknya, ogoh-ogoh menjadi kontraproduktif karena memicu masalah sosial baru, seperti bentrokan atau pun perilaku negatif seperti mabuk-mabukkan atau pun menghambur-hamburkan uang. 
“Istilah anak-anak muda sekarang, jangan lebaylah. Lebay itu kan berlebihan. Jadi, menurut anak-anak muda juga berlebihan itu tidak baik,” kata Wiana. (b.)

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Bale Bengong,7,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,3,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,10,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Ogoh-ogoh, Janganlah Lebay!
Ogoh-ogoh, Janganlah Lebay!
Ogoh-ogoh, Sejarah Ogoh-ogoh, Nyepi, Tradisi Nyepi
http://4.bp.blogspot.com/-kZUxEJoieKY/UTu6KDQtoRI/AAAAAAAAAz4/McnbfblNH88/s320/DSCN3906.JPG
http://4.bp.blogspot.com/-kZUxEJoieKY/UTu6KDQtoRI/AAAAAAAAAz4/McnbfblNH88/s72-c/DSCN3906.JPG
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2013/03/ogoh-ogoh-janganlah-lebay.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2013/03/ogoh-ogoh-janganlah-lebay.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content