"Ngidih Nasi", Wujud Keyakinan Reinkarnasi Bali

Ngidih Nasi, Reinkarnasi, Manumadi,


BAGI orang Bali, anak yang baru lahir diyakini sebagai wujud turunnya kembali para leluhur. Orang Bali mengenal ungkapan ngidih nasi. Ngidih nasi merupakan idiom yang terdiri atas dua kata: ngidih yang artinya 'meminta' dan nasi artinya 'nasi' atau makanan. Istilah yang lebih umum disebut manumadi. Inilah wujud keyakinan manusia Bali terhadap konsep reinkarnasi (kelahiran kembali).
***** 
KEGEMBIRAAN menyelimuti perasaan Wayan Sumerta (30). Putra pertamanya lahir dengan selamat juga lengkap. Kedua orang tua Sumerta tak kurang bahagia karena impian menggendong cucu pertama terwujud sudah.
Di hari kedua belas kelahiran anaknya, Sumerta didampingi kedua orang tuanya mendatangi seorang balian atau jero dasaran (orang pintar) di desanya. Tujuannya cuma satu, mapeluasan menanyakan siapa yang turun manumadi. “Kalau di desa saya dikenal istilah ngidih nasi,” kata Sumerta yang berasal dari Klungkung.
Melalui ritual khusus, sang balian atau jero dasaran memberitahukan yang turun manumadi leluhur dari garis purusa (garis keturunan laki-laki) yakni “pernah” buyut Wayan Sumerta. Karena sang buyut masih memiliki utang sesangi, Sumerta diminta untuk melunasinya. Hutang itu tak begitu merepotkan, hanya mempersembahkan tedung (payung tradisional Bali) berwarna putih-kuning di sanggah kemulan (tempat pemujaan keluarga). Karena itu, Sumerta memenuhi permintaan melunasi utang itu saat upacara akambuhan (42 hari) anaknya.
Ngidih nasi atau tuun manumadi memang menjadi keyakinan yang sudah mengakar kuat di benak orang Bali. Mengetahui siapa yang ngidih nasi penting bagi orang Bali untuk memahami karakter sang bayi. Biasanya, karakter sang bayi tidak jauh berbeda dengan karakter leluhur yang ngidih nasi itu.
Penekun agama Hindu, I Gusti Ketut Widana mengatakan dalam pemahaman Sradha Punarbhawa, yang turun menjelma bukanlah dalam pengertian genital. Yang diturunkan sebetulnya sifat-sifat roh sang dumadi. Diharapkan, melalui penjelmaan kembali itu, bisa memperbaiki dan atau menyempurnakan karma sang dumadi dari asubha karma (perbuatan buruk) menjadi subhakarma (perbuatan baik).
“Jadi, dalam proses penjelmaan, bukan jenis kelaminnya yang penting, tetapi sifat-sifat sang dumadi itu yang melalui penumadiannya kini akan terus berikhtiar menyempurnakan kamranya,” jelas Widana dalam buku Mengenal Budaya Hindu di Bali.
Memang umumnya, jika yang dinyatakan tuun manumadi adalah “pernah” kakek, sang bayi berjenis kelamin laki-laki. Tapi, bisa jadi juga yang dinyatakan tuun manumadi “pernah” nenek, tetapi sang bayi berkelamin laki-laki.
Bukan itu saja, yang tuun manumadi bukan hanya satu orang. Bisa jadi juga yang tuun manumadi lebih dari seorang. Artinya, sang bayi akan mewarisi karakter ketiga sang manumadi.
Made Sambara (32) misalnya, memiliki seorang putra yang ternyata setelah di-peluasang, sang manumadi tiga orang leluhurnya yakni dua orang “pernah” kelab dan seorang “pernah” kumpi.
“Kalau yang ini rebutan turun ngidih nasi,” kata Sambara sembari tersenyum.
Kini, putra Sambara sudah hampir berumur tiga bulan. Karakter sang numadi memang belum tampak. Tapi, menurut penuturan sang nenek, gaya berjalan sang anak menyerupai gaya berjalan “pernah” kelab yang menumadi. “Kata nenek saya begitu. Cara anak saya berjalan persis seperti cara berjalan kelab saya yang tuun manumadi itu,” tutur Sambara.
Widana menambahkan, dengan mengetahui bagaimana sifat-sifat sang Pitara yang numadi, diharapkan sang bayi kelak tumbuh menjadi besar dapat menyadari tentang siapa dan bagaimana sebenarnya jati dirinya. Kesadaran akan jati dirinya itulah yang diharapkan dapat mendorong dirinya untuk menjadi anak yang suputra.
“Karena hakikat putra adalah penyelamat leluhur dari penderitaan,” kata Widana. 

Teks dan Foto: I Made Sujaya

COMMENTS

BLOGGER: 1
  1. maaf pak/ ibu saya mau tanya, kalu misalkan wanita yang sudah hamil di nikahi oleh orang lain (bukan yang menghamili ) leluhur siapa yang bakaln turun ngidih nasi ??? apakah leluhur dari orang yang menikahi atau yang menghamili ????

    BalasHapus
Terima kasih atas kesediaan Anda menulis komentar yang santun.


 

Nama

Bale Bengong,5,BALI ADVERTORIAL,26,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,56,BALI JANI,263,Bali Kui,1,Bali Legenda,2,Bali Mawacara,4,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,4,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,11,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,9,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,6,Bali Tempat Suci,8,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,169,Bali Unik,3,BALI WISATA,20,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Cakepan,5,Desa Mawacara,10,Dresta Bali,27,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,2,Nyama Braya,11,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Sarwa Prani,3,SASULUH,4,Segara Giri,6,SEMETON,4,Timpal,10,Wali Bali,10,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com: "Ngidih Nasi", Wujud Keyakinan Reinkarnasi Bali
"Ngidih Nasi", Wujud Keyakinan Reinkarnasi Bali
Ngidih Nasi, Reinkarnasi, Manumadi,
http://1.bp.blogspot.com/-pO_Th7Y8X5c/UU4-lpzotuI/AAAAAAAAA3w/JuKF1hoW-Kk/s320/DSCN0717.JPG
http://1.bp.blogspot.com/-pO_Th7Y8X5c/UU4-lpzotuI/AAAAAAAAA3w/JuKF1hoW-Kk/s72-c/DSCN0717.JPG
balisaja.com
https://www.balisaja.com/2013/03/ngidih-nasi-wujud-keyakinan-reinkarnasi.html
https://www.balisaja.com/
http://www.balisaja.com/
http://www.balisaja.com/2013/03/ngidih-nasi-wujud-keyakinan-reinkarnasi.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca Lengkap Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All Baca Juga LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Maaf, tidak ada artikel yang sesuai dengan pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content