Nasib Wayan "Dolar" Tarma dan Perda Penghargaan Seni

Wayan "Dolar" saat pentas drama gong NASIB seniman drama gong, Wayan Tarma alias Dolar –diambil dari nama tokoh punakawan y...


Wayan "Dolar" saat pentas drama gong
NASIB seniman drama gong, Wayan Tarma alias Dolar –diambil dari nama tokoh punakawan yang diperankannya dalam pertunjukan drama dong—tiba-tiba menyedot perhatian publik Bali. Bermula dari kunjungan Paguyuban Pelawak se-Bali ke kediaman Dolar di Bangli. Dari kunjungan itu terungkap Dolar sedang mengalami sakit stroke. Ironisnya, sang pelawak yang di era tahun 1990-an itu mengocok perut masyarakat Bali, tak mampu membiayai perawatan atas sakitnya. Media pun mengabarkan kenyataan itu. Tak berselang lama, media jejaring sosial Facebook pun dipenuhi ungkapan keprihatinan.
Sejumlah kalangan pun menyampaikan kepedulian kepada Dolar. Ada yang datang langsung ke rumah Dolar sembari memberikan bantuan, ada juga yang mengumpulkan bantuan di Denpasar untuk biaya perawatan sakit Dolar. Kini, sang pelawak sudah dirawat di RS Sanglah.

Keprihatinan terhadap nasib seniman tradisional –termasuk juga modern—di Bali sebetulnya sudah sejak lama mengemuka. Banyak seniman Bali yang di masa jayanya begitu dielu-elukan tetapi begitu tidak produktif tak banyak yang menghiraukan. Masa tua mereka tak lagi diwarnai tepuk tangan penonton. Aneka penghargaan dari pemerintah pun hanya menjadi selembar kertas yang tak memberi pengaruh apa-apa pada nasib sang seniman. Sang seniman seperti menapak jalan sepi, sendiri, hingga menuju ke “rumah sejati”.
Jauh sebelum Dolar, tak terbilang kabar seniman tradisional Bali yang jatuh sakit tetapi tak mampu berobat. Bahkan, tak jarang yang harus berutang untuk berjuang kembali sehat.
Entah kebetulan atau tidak, pada saat perhatian publik tersedot pada nasib Dolar yang stroke, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali bulan ini tengah membahas perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) tentang Penghargaan Seni. Senin (11/2) lalu, perubahan perda itu memasuki tahap mendengarkan pandangan umum fraksi.
Menarik menyimak pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bali atas perubahan perda tersebut, terutama dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Benteng Indonesia Raya, Fraksi Partai Golkar.
F-PDI Perjuangan melalui pembicaranya, Drs. I Made Supartha, S.H., menyatakan penghargaan seni yang diberikan kepada seniman hendaknya tidak hanya berkaitan dengan fisik semata. F-PDI Perjuangan memandang penghargaan seni kepada seniman dapat diperluas menjadi kontribusi nyata dari pemerintah untuk melindungi seniman secara sosial dan ekonomi.
“Kami mengusulkan agar pemerintah mencari model penghargaan atau apresiasi kepada seniman yang mengarah kepada pemenuhan kebutuhan termasuk kelanjutan pendidikan anak-anak mereka. Misalnya, dengan pemberian beasiswa pendidikan kepada anak pada seniman,” kata Supartha.
Pandangan senada juga dikemukakan Fraksi Benteng Indonesia Raya. Dalam pandangan umum yang dibacakan I Wayan Tagel Arjana, S.T., Golkar juga menyatakan penghargaan kepada seniman bisa juga dilakukan dalam bentuk lain seperti memberikan fasilitas berupa jaminan kesehatan, dan memberikan ruang kepada seniman untuk beraktivitas dan berekspresi dalam pengabdiannya di bidang seni atau berupa tunjangan finansial sesuai dengan kemampuan daerah dan undang-undang yang berlaku.
Sementara Fraksi Partai Golkar meminta agar penghargaan Dharma Kesuma sebagai penghargaan seni dari Pemprov Bali tidak hanya bersifat simbol semata. “Tapi, agar terus dipantau kehidupan dan kesejahteraan para seniman yang mendapat penghargaan Dharma Kesuma, jangan sampai lencana tersebut terjual untuk membiayai kehidupan sehari-hari seniman tersebut,” kata I Gusti Lanang Wibiseka, pembaca pandangan umum Fraksi Partai Golkar.
Teks: I Made Sujaya 
Foto: Repro 

COMMENTS

BLOGGER

SLOKA BALI$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0

/fa-fire/PALING DICARI$type=one

Nama

Bale Bengong,8,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,BALINESIA,1,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,4,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,11,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Nasib Wayan "Dolar" Tarma dan Perda Penghargaan Seni
Nasib Wayan "Dolar" Tarma dan Perda Penghargaan Seni
http://3.bp.blogspot.com/-QwKHieqn8Mo/UTu46ebhJFI/AAAAAAAAAzw/vg24F5ytID0/s1600/Wayan+Dolar.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-QwKHieqn8Mo/UTu46ebhJFI/AAAAAAAAAzw/vg24F5ytID0/s72-c/Wayan+Dolar.jpg
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2013/02/nasib-wayan-dolar-tarma-dan-perda.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2013/02/nasib-wayan-dolar-tarma-dan-perda.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content