Pecalang janganlah Garang!

Pecalang, Pengamanan Tradisional Bali


Made Kerta menggumam setelah dibentak seorang pecalang (satuan pengamanan tradisional adat Bali) saat melintas di salah satu ruas jalan di wilayah Badung. Ketika itu, jalan ditutup karena pada salah satu pura di jalan tersebut sedang melaksanakan pujawali (upacara hari kelahiran pura). Made Kerta diminta untuk berbalik arah mencari jalan yang lain. Namun, pecalang tersebut menyuruh dengan nada suara tinggi, membentak-bentak.

"Lagaknya jadi pecalang, sedikit-sedikit main bentak. Katanya ngayah (mengabdi) agar yadnya (upacara) berjalan dengan baik dan diberkahi, mengapa mesti membentak," gumam Made Kerta sembari memutar arah kendaraannya mencari jalan alternatif.

Sejatinya, banyak orang yang pernah kena bentak pecalang. Entah apa yang menyebabkan, setiap kali menutup jalan, pecalang susah sekali menunjukkan senyum, bersikap ramah. Cepat sekali sang pecalang itu marah, garang dan main bentak.


"Pecalang sebagai salah satu pengayah (pelayan publik) di desa, sejatinya ikut ngeyasayang (mendoakan) agar pelaksanaan yadnya sukses, lancar, dan penuh berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Seyogyanya, pecalang juga ikut mabrata (mengendalikan diri). Tidak boleh cepat marah atau pun garang," kata Kadek Ardana, seorang warga di Klungkung. 

Yang juga penting untuk diperhatikan mengenai masalah penutupan jalan. Patut diwaspadai agar pecalang tidak merasa bangga bisa menutup jalan. Karena itu, ketika hendak menutup jalan, pecalang semestinya berkoordinasi dulu dengan pihak kepolisian. Pasalnya, pihak kepolisianlah yang memegang tanggung jawab keamanan umum. Jalan merupakan fasilitas umum, milik publik, banyak yang menggunakan sehingga juga menjadi tanggung jawab pihak kepolisian. 

Benar memang, pecalang sebagai pengaman desa adat agar suasana desa menjadi aman, nyaman dan tenteram. Namun, tugas dan tanggung jawabnya lebih kepada pelaksanaan yadnya adat serta agama. Bila pun pecalang juga diberikan kesempatan untuk turut berpartisipasi menjaga keamanan umum, tetap harus dalam koordinasi pihak kepolisian. 

"Tugas utama pecalang memang sebagai polisi adat dan agama. Itu saja," kata peneliti adat Bali, Wayan P. Windia dalam buku Pecalang: Perangkat Keamanan Desa Pakraman di Bali

Kata pecalang diduga berasal dari kata cala dan celang. Celang berarti 'senantiasa waspada terhadap segala macam bahaya yang menghampiri'. Karena itu, pecalang diharapkan senantiasa celang (bersikap awas) ketika mengadakan ronda menjaga keamanan wilayah desa adat. 

Selain celang, pecalang juga diharapkan celing (cermat dan cerdik). Celing berarti senantiasa tahu dan paham akan keadaan desa agar bisa menghilangkan bahaya yang mengancam. 

"Karena itu, orang yang celang dan celing, biasanya tidak sombong. Senantiasa bersikap santun, ramah dan bisa menjaga hubungan baik dengan setiap orang," kata Windia. 

Aturan mengenai tugas pokok dan fungsi pecalang yang bisa dijadikan pegangan bagi seluruh pecalang di Bali hingga kini memang belum ada. Yang ada baru di Gianyar yang dirumuskan ketika dilaksanakannya Semiloka Pecalang di Ubud pada tahun 2001 lalu. Inti tugas pokok dan fungsi pecalang yang disepakati dalam semiloka itu yakni pecalang mesti menjaga keamanan dan kenyamanan desa dalam mengajekkan Tri Hita Karana di desa adat. 

Namun, jika dicermati, dalam Peraturan DaĆ©rah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman sudah dijabarkan tentang tugas dan tanggung jawab pecalang yakni menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah desa pakraman. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pecalang itu berkaitan dengan pelaksanaan adat dan agama. 

Intinya, pecalang diarahkan untuk membantu prajuru (pengurus) desa dalam mewujudkan ketenteraman desa. Karena itulah, pecalang tidak boleh lepas dari awig-awig desa serta undang-undang dan peraturan negara serta daerah. (*)

COMMENTS

BLOGGER: 3
  1. Kunjungan persahabatan,

    Bagus artikelnya brom semoga bermamfaat bagi pembaca.

    Kunjungi juga blog saya
    www.toeangkreasi.com

    salam persahabatan

    toeangkreasi

    BalasHapus
  2. Pantes garang, ternyata pecalang tu sama jabatanya ama polisi, bedanya cuma yg satu polisi negara yg satu polisi adat. Kesamaanya ya sama-sama merasa dunia milik nenek moyangnya. Ga jauh beda kalo gitu ma POLPP

    BalasHapus
  3. Bulan kemaren juga waktu saya di bali saya sempat dicegat pecalang di daerah jln taman pancing dan waktu itu saya hanya jalan2 saja karna saya liburan di bali dan pas waktu itu lewat disana dan berhenti sejenak krn pas mau pasang rokok karna udaranya dingin apalagi bawa motor kira2 waktu itu sekitar hampir mau jam 10. Pas dah mau jalan saya dicegat pecalang yg katanya dari banjar pemogan saya di tanya KTP sama KIPM dan saya menunjukan KTP srdangkan KIPM tidak karna saya tdk tau apa itu. Pas dijelaskan pecalang saya bilang kalau saya kan hanya libutan dan kebetulan lewat disitu kalau tidak percaya bisa ikut langsung ke hotel tempat sya menginap (saat itu daya baru 2 hri di bali dan menginap di hotel mercure jln bypass ngurahrai) tapi saya di mintai uang 300rb karna ga ada KIPM lalu saya menjelaskan skli lagi hanya liburan tapi malah saya di bawa ke kantor desa adat pemogan dan malah dibentak2. Saya bingung karna setelah saya menelpon teman saya yg orang bali dijelaskan bila sya dtg ke bali sbgai perantau atau mau menetap baru harus bikin KIPM tapi daya BARU 2 HRI DAN LIBURAN.. karna ingin cepat pulang ke hotel akhirnya saya bayar saja. Itu pengalaman saya dengan pecalang

    BalasHapus
Terima kasih atas kesediaan Anda menulis komentar yang santun.

SLOKA BALI$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0

/fa-fire/PALING DICARI$type=one

Nama

Bale Bengong,8,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,BALINESIA,1,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,4,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,11,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Pecalang janganlah Garang!
Pecalang janganlah Garang!
Pecalang, Pengamanan Tradisional Bali
http://bp1.blogger.com/_vbTJAqnzRlk/SIH3eBfOpYI/AAAAAAAAASk/qfvp54yDw9c/s400/Pecalang-2.JPG
http://bp1.blogger.com/_vbTJAqnzRlk/SIH3eBfOpYI/AAAAAAAAASk/qfvp54yDw9c/s72-c/Pecalang-2.JPG
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2008/07/pecalang-janganlah-garang.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2008/07/pecalang-janganlah-garang.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content