Awalnya Punya Tanah Luas, Kini hanya Tersisa Gubuk Reot

Ketut Dharma, Warga Asli Kuta yang Berkubang Kemiskinan (1) Laporan I Made Sujaya KUTA selalu identik dengan kemakmuran. Jika menyebut...

Ketut Dharma, Warga Asli Kuta yang Berkubang Kemiskinan (1)

Laporan I Made Sujaya


KUTA
selalu identik dengan kemakmuran. Jika menyebut berasal dari Kuta, persepsi orang melayang pada sosok orang berpunya yang saban hari menambang dolar. Namun, jarang yang tahu, di tengah gemerlap kemajuan pariwisata Kuta masih ada warga asli yang berkubang dalam kemiskinan. Ketut Dharma (40), warga Banjar Pengabetan bertahun-tahun tinggal di rumah yang tak layak huni di atas lahan yang luasnya tak lebih dari 1 are. Berikut laporannya.
------------------------------

KAMIS (24/7) siang, kawasan Kuta sedang sibuk-sibuknya. Di sebuah gang sempit di lingkungan Banjar Pengabetan, Kuta, seorang lelaki agak kurus sedang beristirahat di rumahnya yang berdinding setengah batako dan setengah gedek. Dua orang anaknya, sedang bermain bersama teman-temannya di halaman rumah yang lebarnya tak lebih dari 2 meter.
Itulah Ketut Dharma, seorang warga asli Kuta yang hingga kini terlebit kemiskinan. Bertahun-tahun Dharma tinggal di rumahnya yang jauh dari syarat layak huni itu.
Ada tiga unit bangunan utama di rumah tersebut. Satu unit di sisi utara yang menjadi tempat tidur bersama Dharma, istrinya, Ni Wayan Rusni (35) serta ketiga anaknya, Wayan Sudiarta (14, Made Putrayasa (6) dan Nyoman Suryani (4). Luas bangunannya tak lebih dari 3 X 4 meter. Ada sebuah televisi kecil di sisi barat ruangan yang menjadi satu-satunya hiburan bagi Dharma dan keluarga.
Di sisi selatan ada sebuah unit bangunan lagi dengan tiga kamar yang masing-masing berukuran sekitar 3 X 3 meter. Sudah berdinding batako tetapi atapnya sudah bocor dan lapuk serta lantainya masih berupa tanah. Ketiga kamar itu pun praktis tak bisa dimanfaatkan. "Satu kamar bisa digunakan untuk tidur, tetapi jarang digunakan," kata Dharma.
Di sisi barat menghadap ke timur berdiri sebuah bangunan kecil berukuran 1,5 X 2 meter yang digunakan sebagai dapur. Setengah dindingnya terbuat dari batako tetapi setengah dinding hingga ke atas hanya menggunakan bambu. Atapnya dari genteng tetapi banyak bolong karena banyak genteng jatuh.
Di pojok barat daya berdiri kamar mandi untuk keperluan MCK. Di pojok timur laut, berdiri sanggah sederhana lengkap dengan kemulan. "Ini memang rumah tua," kata Dharma.
Dharma tak pernah membayangkan keadaannya akan seperti sekarang. Pasalnya dulu ayahnya memiliki lahan cukup luas. Lahan tempat berdirinya Banjar Pengabetan di Jalan Legian dulu merupakan milik orang tuanya. Dharma sendiri tak mengerti secara jelas bagaimana proses tukar-menukar atau pun jual-beli tanah milik orang tuanya hingga yang tersisa kini hanya lahan yang luasnya tak lebih dari 1 are dan di gang sempit, beberapa meter di sebelah timur banjar. Mirisnya lagi, rumah yang ditinggalinya tak lebih dari sebuah gubuk reot. Sementara di kanan-kirinya berdiri menjulang rumah-rumah tetangganya yang megah.
Dharma pernah mencoba merenovasi salah satu bangunan di rumahnya sekitar tahun 2002 lalu. Baru selesai membuat dinding, bom keburu meledak. Harapannya untuk memerbaiki rumah pun ikut hancur.
Dharma pun menjadi tak berdaya. Dengan pekerjaan tidak tetap sebagai tukang parkir dan istrinya sebagai pedagang buah di pantai, sangat tipis harapan Dharma untuk memerbaiki rumah.
"Untuk makan sehari-hari dan sekolah anak-anak pun masih sangat kurang," tuturnya dengan tatapan menerawang.(*)

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Bale Bengong,7,BALI ADVERTORIAL,25,Bali Aga,7,BALI FIGUR,20,Bali Hari Suci,7,Bali Herbal,3,Bali Hijau,2,Bali Iloe,60,BALI JANI,265,Bali Merawat Bumi,1,Bali Merenung,6,BALI MITOLOGI,2,BALI OPINI,12,Bali Pariwara,12,Bali Pujangga,1,Bali Pustaka,3,Bali Realita,2,Bali Sastra,1,Bali Simbol,2,Bali Spiritual,5,Bali Tempat Suci,2,Bali Terkini,5,Bali Tradisi,163,Bali Unik,3,BALI WISATA,15,Boga Bali,2,Buda Wage Kelawu,3,Buku Bali,6,Cakepan,6,Cerpen,3,Desa Mawacara,21,Dewasa Ayu,6,Dresta Bali,13,EKONOMI,1,Hari Soma Ribek,2,Keto Kone,4,Legenda Bali,3,Nyama Braya,12,Oka Rusmini,2,POLITIK,6,Puisi,4,Rerahinan,1,Sarwa Prani,4,SASULUH,4,Segara Giri,13,SEMETON,4,Sima Dresta,27,Sloka Bali,10,Timpal,10,Ulasan,3,Wali Bali,16,Widya Pataka,5,Wija Kasawur,4,WISATA DESA,5,Wisata Kuliner,1,
ltr
item
balisaja.com - Bernas dan khas Bali: Awalnya Punya Tanah Luas, Kini hanya Tersisa Gubuk Reot
Awalnya Punya Tanah Luas, Kini hanya Tersisa Gubuk Reot
http://bp3.blogger.com/_vbTJAqnzRlk/SI2Yj15t3fI/AAAAAAAAATU/VMB8E0LcDtU/s400/Warga+Miskin+di+Kuta-1.JPG
http://bp3.blogger.com/_vbTJAqnzRlk/SI2Yj15t3fI/AAAAAAAAATU/VMB8E0LcDtU/s72-c/Warga+Miskin+di+Kuta-1.JPG
balisaja.com - Bernas dan khas Bali
https://www.balisaja.com/2008/07/awalnya-punya-tanah-luas-kini-hanya.html
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/
https://www.balisaja.com/2008/07/awalnya-punya-tanah-luas-kini-hanya.html
true
7771212736280013593
UTF-8
Loaded All Posts Mohon maaf, tidak ditemukan artikel yang cocok LIHAT SEMUA Baca Lengkap Balas Batalkan Balasan HAPUS Oleh BERANDA HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA Disarankan untuk Anda LABEL ARSIP TELUSURI SEMUA ARTIKEL Mohon maaf, tidak ada artikel yang sesuai pencarian Anda Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content