Terkini

Pariwisata Bali Menanti “Fundemi”

SMA Pariwisata PGRI Dawan Klungkung Gelar Ujian Praktik Kepariwisataan


Suasana ujian praktik kepariwisataan siswa kelas XII SMA Pariwisata PGRI Dawan, Klungkung (SMA Paris), Senin, 29 Maret 2021. Ujian diikuti 85 siswa dari lima jurusan. 

Setelah setahun terpuruk, industri pariwisata diyakini akan bersinar kembali. Banyak orang Bali menanti masa-masa ‘fundemi’ atau masa keceriaan bagi dunia pariwisata Bali. Karena itu, calon-calon tenaga kepariwisataan di lembaga-lembaga pendidikan kepariwisataan perlu terus ditingkatkan. Hal ini dikemukakan Kepala SMA Pariwisata PGRI Dawan Klungkung, IBG Parwita, usai membuka ujian praktik kepariwisataan bagi siswa kelas XII di sekolah setempat, Senin (29/3).

 

“Sebagai lembaga pendidikan yang memberi bekal plus kepariwisataan kepada siswa, inilah saat yang tepat bagi kami menempa siswa kami sehingga setelah tamat siap mengisi berbagai kebutuhan tenaga kepariwisataan saat industri pariwisata Bali dibuka kembali,” kata Parwita.

 

Kini, imbuh Parwita, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali makin serius menyiapkan pembukaan kembali industri pariwisata Bali. Hal ini ditandai dengan kegiatan vaksinasi bagi pelayan publik dan pelaku pariwisata. Pihaknya berharap industri pariwisata Bali bisa segera dibuka dan pulih.

 

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Pariwisata SMA Pariwisata PGRI Dawan Klungkung, I Made Bawa juga meyakini industri pariwisata tidak akan mati meskipun terjadi pandemi. Yang terjadi kini, dunia pariwisata sedang beristirahat. Nanti, setelah pandemi mereda, pariwisata akan bangkit kembali.

 

“Semua orang butuh berwisata, apalagi orang asing. Dan Bali tetap jadi tujuan utama. Jadi, menempuh pendidikan di bidang kepariwisataan tetap prospektif,” kata Bawa.

 

Ujian praktik kepariwisataan rutin dilaksanakan SMA Paris –sebutan untuk SMA Pariwisata PGRI Dawan, Klungkung—sebagai implementasi standar penilaian kompetensi siswa. Selain itu, ujian juga sebagai unjuk kebolehan siswa di hadapan publik karena saat ujian turut diundang guru dan siswa SMP di sekitar sekolah, termasuk hingga ke Bangli serta para orang tua siswa berprestasi.

 

Ujian diikuti 285 siswa yang terdiri atas 67 orang dari jurusan Food & Beverage Service, 141 jurusan Food & Beverage Production, 55 siswa dari jurusan House Keeping, 17 orang dari jurusan Solus Per Aqua (Spa), serta empat orang dari jurusan Front Office. Ujian dilaksanakan selama tiga hari, 29—31 Maret 2021.

 

“Karena masa pandemi, peserta ujian dan undangan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Bawa.

 

Ujian praktik kepariwisataan SMA Paris diapresiasi sejumlah undangan dari kalangan guru-guru SMP. Guru SMP 1 Tembuku, Bangli, I Nyoman Tampi Suadnyana menilai kompetensi siswa SMA Paris cukup bagus, terutama di jurusan House Keeping. Karena itu, pihaknya bakal menginformasikan mengenai keunggulan SMA Paris kepada para siswanya. “SMA Paris saya lihat bisa memberikan kompetensi pariwisata yang tidak saja untuk bekerja di perusahaan, tapi juga bisa berwiraswasta mandiri,” kata Tampi.

 

Hal senada juga disampaikan disampaikan guru SMP 2 Semarapura, Ni Made Desi Ari Pande juga memuji kompetensi siswa SMA Paris yang melaksanakan ujian, khususnya jurusan Spa. “Ini kelebihan SMA plus pariwisata. Ini sekolah umum tapi ada plus pariwisata. Jadi, kalau mau kerja bisa, kalau mau mencari TNI/Polri misalnya, bisa,” tandas Desi Ari. (b.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.