Terkini

Luncurkan Program Krura, LPD Kedonganan Turut Selamatkan Tanah Bali


Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung meluncurkan program Kredit Perumahan Krama (Krura). Program ini untuk membantu krama Desa Adat Kedonganan yang belum memiliki rumah tinggal mandiri atau masih tinggal di rumah tua dengan kondisi padat penghuni. Selain mengatasi masalah rumah krama, program ini juga bentuk sumbangsih LPD Desa Adat Kedonganan turut menyelamatkan tanah Bali.

Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Provinsi Bali, Ida Panglingsir Putra Sukahet didampingi Ketua LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra dan tokoh-tokoh Kedonganan menggunting pita menandai penyerahan rumah bagi 24 krama penerima program Kredit Perumahan Krama (Krura) LPD Desa Adat Kedonganan, Rabu (1/1) di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. 

Produk Krura diluncurkan pertama kali bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-28 LPD Kedonganan, 9 September 2018. Bertepatan dengan pergantian tahun 31 Desember 2018, para penerima Krura secara resmi menerima Krura sekaligus melakukan persembahyangan bersama di Pura Puseh-Desa Desa Adat Kedonganan. Pada awal tahun 2020, Rabu, (1/1), rumah yang sudah selesai dibangun itu diserahkan kepada krama penerima Krura sekaligus dilaksanakan upacara pamlaspas dan pacaruan rsigana. Pendaftar program Krura tercatat 32 krama, tetapi setelah melalui seleksi, ditetapkan 24 krama yang layak menerima program itu.

Ketua LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra menjelaskan, Krura ditujukan kepada krama Desa Adat Kedonganan, terutama krama mipil (warga adat) yang belum memiliki rumah tinggal. Produk ini juga bisa dimanfaatkan krama yang sudah memiliki tempat tinggal, tetapi kondisinya sudah tidak mencukupi karena padat. “Biasanya, kondisi ini terjadi pada krama yang di rumah tuanya dihuni sejumlah kepala keluarga (KK),” kata Madra.

Menurut Madra, dengan kondisi luas wilayah Kedonganan yang terbatas di satu sisi dan jumlah krama yang terus meningkat, muncul kebutuhan akan rumah tinggal baru bagi krama Desa Adat Kedonganan. Banyak krama yang mengusulkan LPD Kedonganan membuat produk sejenis KPR yang ditujukan khusus kepada krama dengan fasilitas yang mudah, murah dan terarah. Rumah yang ditawarkan di antaranya tipe 36, tipe 45, dan tipe 60 dengan lokasi di kawasan Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan.

“Desa Adat Ungasan yang menjadi lokasi pembangunan rumah bagi krama Desa Adat Kedonganan ini juga mendukung dan menerima krama kami di sini sebagai wujud kerja sama antardesa adat. Sesuai tradisi adat Bali, kami juga menyerahkan punia penanjung batu kepada Desa Adat Ungasan,” kata Madra.

Selamatkan Tanah Bali
Selain mengatasi masalah kepemilikan rumah bagi krama, imbuh Madra, Krura juga merupakan sumbangsih LPD Desa Adat Kedonganan untuk menyelamatkan tanah Bali. Program Krura memastikan tanah-tanah Bali dimanfaatkan oleh krama Bali sebagai pendukung utama adat dan budaya Bali.

Menurut Madra, Bali kini menghadapi masalah kependudukan yang semakin kompleks sebagai akibat meningkatnya migran dari luar Bali. Tak jarang muncul kondisi ironis, penduduk pendatang mampu membeli rumah di berbagai kawasan perumahan, sementara banyal krama adat Bali yang tidak memiliki rumah layak atau tinggal berdesak-desakkan di rumah tuanya.

“Karena kemampuan ekonomi yang kurang, krama Bali itu kesulitan mendapatkan fasilitas kredit perumahan dari perbankan. Padahal, merekalah menjadi pendukung utama adat dan budaya Bali. Di sinilah peran penting LPD untuk menjadi solusi bagi krama adat Bali,” tandas Madra.

Menurut Madra, dengan berlakunya Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, desa adat bisa membuat Badan Usaha Milik Desa Adat (Bumda) di bidang properti dengan menyediakan rumah atau tanah bagi krama adat yang membutuhkan. Sebagai lembaga keuangan khusus milik desa adat, LPD bisa bersinergi mengambil peran sebagai penyandang dana dengan menyediakan program kredit kepemilikan rumah bagi krama adat.

Senang Dapat Krura
Salah seorang penerima program Krura, Jro Wayan Tamin mengaku senang dan berterima kasih karena diberikan program Krura oleh LPD Kedonganan. Menurutnya, program ini sangat membantu dirinya untuk memiliki rumah layak huni dengan persyaratan yang mudah.

Salah satu unit rumah yang diberikan kepada krama penerima Krura LPD Desa Adat Kedonganan. 

Penerima program Krura lainnya, I Nyoman Gede Ardana dan I Wayan Alit Artana juga bersyukur karena difasilitasi LPD untuk bisa memiliki rumah layak huni. Program Krura, menurut krama Banjar Pengenderan dan Banjar Anyar Gede ini sangat membantu karma memiliki rumah layak huni dengan cicilan kredit yang disesuaikan dengan kamampuan krama, jangka waktu yang panjang serta persyaratan yang mudah.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LP-LPD), I Nengah Karma Yasa, mengapresiasi inovasi LPD Kedonganan itu. Menurut dia, program LPD Kedonganan itu  merupakan langkah strategis untuk turut serta menjaga tanah Bali tetap menjadi milik orang Bali. “Mudah-mudahan ini menjadi motor penggerak bagi LPD lain di Bali,” kata Karma Yasa.

Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Provinsi Bali, Ida Panglingsir Putra Sukahet  juga menyebut langkah LPD Kedonganan ini sebagai upaya strategis menyelamatkan lahan-lahan atau palemahan Bali karena memanfaatkannya untuk krama adat Bali. “Ini perlu dijadikan role model bagi LPD lain di Bali untuk turut membantu upaya penyelamatan tanah Bali,” tegasnya. (b.)

Teks: Sujaya
Foto: LPD Desa Adat Kedonganan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.