Terkini

Lima Keunikan Tari Baris Cina di Renon, Denpasar


Warga Desa Adat Renon, Denpasar memiliki sebuah warisan budaya unik dan otentik, yakni Tari Baris Cina. Kesenian yang khas ini memang masih dilestarikan warga Renon hingga kini. Tari yang disakralkan ini diyakini mendapat pengaruh dari budaya Cina. 

Berikut ini lima keunikan Tari Baris Cina.



1. Hanya Dipentaskan di Tempat Tertentu dan Saat Tertentu

Tari Baris Cina merupakan tari sakral, sehingga hanya dipentaskan saat-saat tertentu, pun di tempat-tempat tertentu. Misalnya, saat piodalan di pura atau pun saat ada krama yang masesangi mementaskan Tari Baris Cina.

Sejumlah pura yang biasanya menjadi tempat pelaksanaan pementasan Tari Baris Cina, yakni Pura Dalem Renon, Pura Desa Renon, Pura Puseh Renon, Pura Kahyangan, Pura Bale Agung, Pura Maospahit Renon serta di Pura Baris Cina. Selain pura-pura di wilayah Desa Pakraman Renon, Baris Cina juga dipentaskan di Pura Blanjong Sanur, Pura Besakih (saat ada bawos atau pawisik), Pura Petitenget, Pura Mertasari Sanur, Pantai Sagara Sanur serta Geria Delod Peken Sanur.

2. Diiringi Gong Beri

Tari Baris Cina dan Gong Beri tidak bisa dipisahkan, memang. Gong Beri merupakan gamelan pengiring Tari Baris Cina. Hendra Santosa dalam tesisnya di Program Studi Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Jurusan Ilmu-ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada (2002) berjudul “Gamelan Gong Beri di Renon: Sebuah Kajian Historis dan Musikologis”  memaparkan instrumen gamelan Gong Beri dapat dikelompokkan ke dalam instrumen aeropon, idiopon dan membranopon. Kelompok instrumen aeropon adalah sungu. Yang termasuk kelompok idiopon yakni gong beri dua buah, yaitu ber dan bor/bar, tawa-tawa ageng, tawa-tawa alit, kempli atau pu, kajar, bebende, klenang dan cengceng. Instrumen beduk termasuk kelompok membranopon.

3. Semua Penarinya Laki-laki

Penari Baris Cina semuanya laki-laki. Yang unik dari penari Baris Cina adalah pakaian para penarinya ysang menyerupai pakaian orang Eropa lengkap dengan topi bundar. Dulu, topi yang dipakai disebut-sebut terbuat dari bambu. Setelah itu baru menggunakan topi dari kain.

Penari Baris Cina terbagi menjadi dua kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari sembilan orang, termasuk seorang komandan yang dikenal dengan sebutan pangater. Kelompok pertama mengenakan pakaian hitam dan lazim disebut sebagai Baris Selem. Kelompok kedua mengenakan pakaian serbaputih dan disebut Baris Putih.

Gerakan penari Baris Cina lebih mirip dengan gerak pencak silat. Mereka pun membawa pedang.

4. Saat Karauhan Penari Berucap Mirip Bahasa China

Ada tiga babak dalam pementasan Tari Baris China. Babak pertama dimulai dengan tampilnya kelompok Baris Selem. Sementara penabuh Gong Beri menabuh gending Baris Gede. Babak kedua, giliran Baris Putih yang keluar diiringi gending Baris Cenik. Babak terakhir yakni pasiat (pertempuran) antara kelompok Baris Selem dan Baris Putih. Mula-mula kedua pangater saling ejek diiringi kibasan pedang.

Puncak pementasan bisanya penabuh dan penari kerauhan. Pada saat kerauhan itu, para penabuh dan penari biasanya banyak mengeluarkan ucapan yang mirip bahasa China.

5. Penari Pantang Makan Daging Babi

Yang menarik, penari Baris Cina harus memiliki ketetapan hati dan kebersihan diri untuk ngayah. Para penabuh dan penari harus menjalani sejumlah pantangan sebelum mementaskan Tari Baris Cina atau pun menabuh Gong Beri. Pantangan itu, yakni tidak memakan daging babi. Jika ada yang abai terhadap pantangan ini, saat ngayah bisa celaka.

Pernah terjadi, menurut penuturan Bendesa Adat Renon, I Made Sutama, ada penari Baris Cina yang mengalami cedera saat melakukan adegan pertempuran pada pementasan Tari Baris Cina. Setelah diusut, ternyata penari itu lupa telah memakan daging babi sebelum ngayah.

“Kalau sudah memakan daging babi sebelum ngayah, dia wajib membersihkan dulu,” kata Sutama. (b.)
_______________________

Teks: Ketut Jagra
Foto: courtesy youtube/Bayu Mahardika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.