Terkini

Dini Hari Besok Gerhana Bulan Pertama Tahun 2020, Ini Waktu dan Maknanya Bagi Orang Bali

Sabtu (11/1) dini hari, gerhana bulan pertama tahun 2020 bakal melintasi wilayah Indonesia, termasuk Bali. Menurut rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (8/1), gerhana bulan kali ini merupakan jenis gerhana bulan penumbra. Disebut gerhana penumbra karena saat gerhana terjadi, bulan masuk ke wilayah penumbra bumi. Penumbra merupakan istilah untuk menyebut bagian dengan bayangan kabur saat terjadi gerhana.


Gerhana bulan (Foto: courtesy bmkg.go.id)

Menurut BMKG, untuk wilayah Indonesia tengah, termasuk Bali, gerhana bulan penumbra dimulai 01.05,7 wita. Puncak gerhana pada pukul 03.10,0 wita dan gerhana berakhir pada pukul 05,14,4 wita.

Gerhana bulan merupakan peristiwa alam biasa karena pengaruh dinamisnya pergerakan posisi matahari, bulan, dan bumi. Gerhana bulan terjadi saat cahaya matahari terhalangi oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Gerhana lazim terjadi pada fase purnama.

Sepanjang tahun 2020, menurut BMKG, Indonesia akan mengalami enam kali gerhana: empat kali gerhana bulan dan dua kali gerhana matahari. Berikut jadwal lengkapnya.

11 Januari 2020            : gerhana bulan penumbra
6 Juni 2020                  : gerhana bulan penumbra
21 Juni 2020                : gerhana matahari cincin
5 Juli 2020                   : gerhana bulan penumbra
20 November 2020       : gerhana bulan penumbra
14 Desember 2020       : gerhana matahari total

Maknanya Bagi Orang Bali 
Kendati dianggap sebagai peristiwa biasa, gerhana bulan memiliki makna istimewa bagi orang Bali. Biasanya, masyarakat Bali mengaitkan gerhana bulan dengan peristiwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. 

Gerhana bulan pada awal tahun 2020 ini terjadi pada bentang Sasih Kapitu (bulan ke tujuh dalam penanggalan Bali). Menurut Wayan Simpen AB dalam buku Pelajaran Dewasa (Wariga), gempa yang terjadi Sasih Kapitu biasanya sebagai pertanda akan banyak muncul gemuruh halilintar, terjadi banjir besar, dan banyak bangunan yang rusak. 

Dilihat dari hari terjadinya, gerhana bulan awal tahun 2020 ini terjadi pada Sabtu (11/1) pukul 01.05,7 hingga 05.14,4. Menurut tradisi Bali, rentang waktu itu masih dianggap sebagai hari Sukra (Jumat). Apabila gerhana terjadi pada hari Jumat, tulis Wayan Simpen AB, itu pertanda pemerintah mengalami keguncangan dan hama penyakit membiak. 

Namun, ini tentu hanya tenung (ramalan), sehingga sangat tergantung kepada orang, apakah hendak mempercayai atau tidak. Tak semua orang Bali juga memandang gerhana sebagai pertanda buruk. Ada juga yang memaknainya sebagai pertanda baik. 

Apa pun maknanya, gerhana bulan merupakan peristiwa alam yang menarik untuk disaksikan. Selamat menyaksikan gerhana bulan pertama tahun 2020. Jangan lupa abadikan dengan kamera terbaik Anda. (b.)

_________________________________________ 

Teks: Ketut Jagra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.