Terkini

"Usadha Buron" Antarkan Yustisia Raih Penghargaan Wirausaha Muda Berprestasi Nasional

Wirausaha bisa dimulai dari berbagai bidang keahlian, tak terbatas pada bidang ekonomi semata. Tokoh pemuda Desa Adat Kedonganan, I Wayan Yustisia Semarariana menjadi contoh bagaimana meniti dan mengembangkan usaha kreatif dari bidang keahlian yang dimilikinya sebagai dokter hewan. Berbekal keberanian dan kemampuan membangun jejaring, Yustisia mendirikan usaha kesehatan hewan di bawah bendera Usadha Buron Indonesia (UBI) yang bermarkas di Kedonganan, desa kelahirannya.

“Kenapa buron? Buron itu bukan buronan, tapi itu istilah dalam bahasa Bali untuk menyebut hewan. Saya ingin memunculkan kearifan lokal Bali dalam usaha yang saya rintis ini,” kata Yustisia.

Melalui UBI, Yustisia menghimpun para dokter-hewan muda di Bali untuk bekerja sama. Yustisia memfasilitasi manajemennya, sedangkan para dokter-hewan muda itu memberikan layanan terbaik bagi para konsumen.

“Obsesi saya, memberikan layanan kesehatan hewan yang profesional bagi konsumen, terutama orang-orang asing yang memiliki hewan peliharaan,” kata jebolan Magister Kedokteran Hewan Unud ini.

Yustisia memang ingin menjawab kesan yang selama ini melekat pada profesi dokter hewan susah mengembangkan diri sebagai wirausahawan. Memang, kata Yustisia, jika para dokter hewan itu melangkah sendiri-sendiri, sulit untuk berkembang. Belajar dari folosofi sapu lidi, Yustisia menghimpun rekan-rekannya sesama dokter-hewan muda di bawah bendera UBI.

“UBI mengkombinasikan aspek bisnis dan profesionalisme dalam bidang kesehatan hewan,” ujar Ketua Pemuda Eka Santhi Kedonganan ini.

Usaha yang dirintis Yustisia pun dilirik pemerintah. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga pun mengajukan UBI sebagai kandidat dalam ajang pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi tingkat nasional tahun 2017 yang diselenggarakan Kementerin Pemuda dan Olahraga RI. Setelah melalui seleksi yang ketat dan bersaing dengan 878 peserta dari seluruh Indonesia, Yustisia meraih juara II nasional bidang perdagangan dan jasa. Penghargaan bergengsi ini diterima Yustisia langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi di Jakarta, Jumat (27/10) lalu. Selain Yustisia, ada seorang lagi dari Bali yang meneria penghargaan, yakni I Made Artana untuk kategori Penggerak Wirausaha Muda melalui Inkubator Bisnis STMIK Primakara.

Yustisia tentu senang, tapi bukan karena menerima penghargaan, tapi karena pemerintah mengapresiasi keberadaan dokter hewan. “Bagaimana pun, selama ini dokter hewan masih terkesan kurang bergengsi di mata masyarakat,” kata Yustisia sembari tersenyum.

Yustisia berharap, penghargaan yang diterimanya ini bisa memantik kontribusi yang lebih besar dari UBI bagi masyarakat dalam bidang kesehatan hewan. Mimpi besar Yustisia, dokter hewan Indonesia mampu bersaing di tengah era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). (b.)

Teks: Sujaya, Foto: istimewa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.