Terkini

Badung Bakal Kawal Warganya Potong Babi Jelang Galungan

Pemerintah Kabupaten Badung bakal mengawal warganya di 122 desa adat di daerah itu dalam pemotongan babi setiap menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung yang membidangi masalah ini menyatakan sudah mengajukan anggaran untuk kegiatan ini dalam  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017.

"Mengapa kok saat Idul Adha ada pemeriksaan hewan korban, sedangkan saat Penampahan Galungan tidak? Ini kan tradisi kita di Bali sehingga patut dikawal agar masyarakat benar-benar mengkonsumsi daging babi yang segar dan sehat," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, IGAK Sudaratmaja saat memberikan sambutan mewakili Bupati Badung dalam acara pembukaan program "Berbagi Daging Babi Hari Raya Galungan" yang dilaksanakan LPD Desa Adat Kedonganan, di jaba (halaman luar) Pura Bale Agung desa adat setempat, Senin (3/4).

Warga antre menukarkan kupon dengan 3 kg daging babi dari LPD Kedonganan.
Menurut Sudaratmaja, pihaknya akan menerjunkan tim ke setiap desa adat untuk mendampingi dan memeriksa babi yang akan dipotong. Kalau pun personel yang dimiliki terbatas, pihaknya bisa melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan atau pihak yang berkompeten lainnya.

Aspek yang akan diperiksa, kata Sudaratmaja, meliputi antemortem (sebelum dipotong) dan postmortem (setelah dipotong). Fokus perhatian, kata Sudaratmaja, tidak saja adanya bakteri Meningitis Streptococus Suis (MSS) tetapi juga penyakit umum lainnya pada babi. "Kalau babinya sakit, jangan dipotong. Intinya masyarakat bisa mengkonsumsi daging babi yang segar dan sehat," kata Sudaratmaja.

Karena program ini baru diusulkan, tentu baru bisa efektif dilaksanakan pada perayaan Galungan dan Kuningan berikutnya. "Yang jelas kami upayakan pada tahun anggaran ini atau Galungan mendatang sudah bisa dilaksanaan," kata Sudaratmaja.

Untuk kegiatan pemotongan babi jelang Galungan saat ini baru Desa Adat Kedonganan yang menjalin kerja sama dengan pihaknya untuk mengadakan pemeriksaan babi sebelum dipotong. Namun, di desa-desa adat lainnya, pihaknya tetap memberikan pendampingan.

Sudaratmaja mengapresiasi program "Berbagi Daging Babi Hari Raya Galungan" yang difasilitasi LPD Desa Adat Kedonganan. Apalagi, pihak pelaksana kegiatan sejak awal telah menyadari pentingnya memastikan kesehatan babi sebelum dipotong. Menurutnya, langkah Desa Adat Kedonganan ini menjadikannya sebagai satu-satunya desa adat di Badung yang tanggap darurat terhadap bakteri MSS. 

Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja menjelaskan program "Berbagi Daging Babi" yang difasilitasi LPD Kedonganan merupakan revitalisasi tradisi mapatung setiap kali menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Program ini kini sudah menjadi tradisi baru di Kedonganan sehingga masyarakat berharap tetap dilanjutkan. Namun, mengingat merebaknya isu bakteri MSS, pihaknya bersama LPD Kedonganan mencoba memberi rasa aman kepada masyarakat dengan menerjunkan tim khusus yang bekerja sama dengan instansi tekniks terkait, seperti Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung serta Balai Veteriner Bali.

"Astungkara, babi yang akan dipotong dinyatakan sehat sehingga layak dikonsumsi. Jadi, krama tidak perlu khawatir lagi. Sepanjang dimasak dengan benar, bersih dan matang, daging babi ini aman dikonsumsi," kata Puja.

Warga Desa Adat Kedonganan memang terlihat berjubel datang ke LPD Kedonganan hendak menukarkan kupon dengan 3 kg daging babi. Mereka mengaku tidak terlalu khawatir dengan merebaknya isu bakteri MSS pada babi. 

"Prinsipnya, saya cuci dagingnya dengan bersih. Setelah bersih lalu diolah dan dimasak dengan matang. Aman sudah," kata salah seorang warga, I Ketut Wiji.

Plt. Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Wayan Suriawan menjelaskan program "Berbagi Daging Babi Hari Raya Galungan" ini sudah menjadi program rutin LPD Kedonganan sejak tahun 2010. Tahun ini, program ini memasuki pelaksanaan ke delapan. Tiap krama yang memiliki tabungan mengendap minimal Rp 200.000 mendapat 3 kg daging babi dan uang bumbu Rp 50.000.

Total daging babi yang dibagikan seberat 6,7 ton. Krama yang menerima daging babi sebanyak 2.250 orang. (b.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.