Terkini

Pengguna Narkoba di Bali 61.353, Direhabilitasi Baru 974 Orang

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menyebut setidaknya ada 61.353 pengguna narkoba di Bali. Tapi, yang sudah direhabilitasi  baru mencapai 974 orang. Hal ini dikemukakan Kepala BNNP Bali, Kombes Pol. Putu Gde Suastawa di sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Bali), Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia (KMHDI) Bali, RS Bintang Klungkung dan Klinik Dharma Sidi, di Klungkung Kamis (19/1).

"Peran pemuda sangat penting dan strategis dalam pencegahan melalui program sosialisasi dan edukasi," katanya Suastawa.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) BNNP Bali bersama Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Bali), Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia (KMHDI) Bali, RS Bintang Klungkung dan Klinik Dharma Sidi, di Klungkung Kamis (19/1). (balisaja.com/courtesy DPP Peradah Bali)

Apalagi, sambung Suastawa, dari data yang dimiliki, proporsi pengguna narkoba dari kalangan pemuda yang memiliki usia produktif dari 16-30 tahun  menduduki  urutan teratas sebagai pengguna obat terlarang ini. Hal tersebut tercermin dari rehabilitas yang dilakukan oleh pihak BNNP Bali yakni usia 6-20 tahun  (7,12%), usia 21-25 tahun (17,76%),  usia 26-30 (21,66%), usia 36-40 (16,53%), usia 41-45 tahun  (9,86%), 46-50 tahun (3,70%), usia 51-55 tahun (1,13%) dan usia 56-60 (0,41) . 

Itu sebabnya, menurut Suastawa, penanganan peredaran narkoba tak serta merta bisa mengandalkan lembaga pemerintah atau aparat keamanan. Sinergi dengan elemen masyarakat menjadi salah satu strategi untuk menekan peredaran dan penyalahgunaannya. Suastawa menegaskan kerja sama yang dilakukan dengan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan  khususnya untuk mendorong partisifasi dari kalangan generasi muda untuk peduli dengan bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Pulau Dewata.

Sekretaris DPP Peradah Indonesia Bali, I Komang Agus Widiantara yang hadir menandatangani MoU tersebut menjelaskan kerja sama tersebut  berkaitan dengan Pencegahan  Pemberantasan Penyalahgunaan  dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Ada pun  ruang lingkupnya seperti sosialisasi maupun advodkasi, pelaksanaan tes uji narkoba, peningkatan kompetensi dan pembangunan kapasitas organisasi di bidang P4GN  serta pemberdayaan Peradah Bali  sebagai penggiat anti-narkoba.

"Target kami  untuk pencegahan narkoba tidak semata pada para pelajar dan mahasiswa, tapi seka teruna di desa pakraman," katanya.

Menurutnya, karakteristik pemuda yang tidak  mudah  didekati merupakan tantangan tersendiri. Khusus di perkotaan, diperlukan pendekatan khas ala anak muda. "Selain pendekatan agama dengan melibatkan tokoh adat, agama dan akademisi. Hiburan jadi celah kami masuk mengedukasi pemuda," kata mahasiswa Pascasarjana IHDN Denpasar ini.

Peradah Bali juga merencanakan memetakan kawasan atau wilayah vital pengguna narkoba khususnya di wilayah pariwisata. "Ini pekerjaan yang tidak mudah, perlu sinergisitas dengan semua pihak," tegasnya. (b/r)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.