Terkini

Tiada Hari Tanpa "Sangkepan" di Tenganan Pagringsingan

Dalam adat Bali, sangkepan menjadi suatu hal yang lazim digelar di desa-desa adat atau banjar-banjar adat di Bali. Sangkepan merupakan forum pengambilan keputusan secara kolektif. Umumnya, sangkepan di desa-desa adat di Bali dilaksanakan sebulan sekali. Biasanya dipilih hari-hari suci tertentu seperti Anggarakasih, Buda Kliwon dan sejenisnya.


Di Desa Adat Tenganan Pegringsingan pun sangkepan memiliki fungsi yang sama. Namun, di desa yang dikenal sebagai pewaris kebudayaan Bali Aga ini, pelaksanaan sangkepan terbilang khas. Betapa tidak, tiap malam digelar sangkepan di Bale Agung. Nyaris tiada hari tanpa sangkepan di Tenganan Pagringsingan.



Sangkepan tiap malam itu namanya sangkepan melebang saya. Sangkepan ini diikuti oleh para kelihan yang berjumlah enam orang. Tempatnya di Bale Agung dan dihadiri penyarikan serta saya.

Sangkepan melebang saya ini dilaksanakan sekitar pukul 21.00. Dalam sangkepan ini biasanya dibahas perkembangan yang terjadi sepanjang hari dan merencanakan kegiatan berikutnya.


Masyarakat Tenganan Pegringsingan sendiri memiliki beberapa jenis sangkepan. Selain sangkepan melebang saya, ada juga sangkepan patipanten, sangkepan pausabayan, sangkepan metambun atau marebut takon dan sangkepan megadai takon.

Sangkepan patipanten sebutan untuk sangkepan yang diadakan sebulan sekali. Waktu pelaksanaan sangkepan patipanten jatuh pada tanggal 1 menurut perhitungan kalender Tenganan Pegringsingan. Sangkepan ini diikuti seluruh krama desa. Yang dibahsa dalam sangkepan ini yakni penyelesaian pekerjaan bulan lalu dan merencanakan kegiatan bulan yang akan datang.

Dalam sangkepan patipanten, prajuru desa adat menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas-tugas serta pergantian penyarikan dan saya arah. Setelah acara pokok selesai, acara lainnya adalah perencanaan acara adat pada bulan berikutnya. Bila ada seseorang yang baru masuk sebagai anggota krama desa, pada kesempatan itu didaftar sebagai anggota krama desa termuda yang disebut pengeluduan. Sangkepan patipanten ini bisa disejajarkan dengan sangkepan bulanan yang digelar di desa-desa adat lainnya di Bali.

Sangkepan pausabayan dilaksanakan setiap menjelang pelaksanaan upacara keagamaan. Sangkepan ini biasanya dihadiri krama desa menurut kepentingan upacara yang akan dilaksanakan, baik krama desa luh, krama desa muani, keliang gumi atau gumi pulangan.

Jika di desa timbul persoalan-persoalan rumit, maka diselesaikan lewat sangkepan metambun atau marebut takon. Sangkepan ini diadakan bila diperlukan dan tempatnya pun disesuaikan dengan keperluan.

Sangkepan metambun atau marebut takon biasanya dihadiri krama desa dan krama gumi. Masalah-masalah rumit yang memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus dari krama dibahas dalam sangkepan ini.

Sangkepan penting lainnya di Tenganan Pegringsingan yakni sangkepan megadai takon. Sangkepan ini khusus membahas penolakan atau perlawanan terhadap pihak-pihak yang berperkara atau membahas hak keberatan yang diajukan oleh warga yang terkena putusan adat.  (b.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.