Terkini

Beh, Bali Peringkat Delapan Tingkat Prevalensi Pengguna Narkoba di Indonesia

Penyalagunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Bali ternyata kian mengkhawatirkan. Berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Indonesia, dari 34 provinsi, Bali berada di peringkat ke delapan dalam tingkat prevalensi pengguna narkoba di Indonesia, yakni 2,2% dari 3.088.900 jumlah penduduk Bali berusia 10-59 tahun. Sebagaimana dilansir situs resmi BNN, www.bnn.go.idJumlah pengguna narkoba di Bali pada tahun 2014 tercatat 66.785 jiwa. 


Peringkat Bali di bawah Maluku dengan tingkat prevalensi pengguna narkoba 2,32% dan di atas Provinsi Sulawesi Utara dengan tingkat prevalensi 2,19%. Peringkat pertama di Indonesia ditempati DKI Jakarta dengan tingkat prevalensi pengguna narkoba 4,74%. 

Sebelumnya, hasil survei tahun 2011 menunjukkan tingkat prevalensi pengguna narkoba di Bali sekitar 1,8% atau 50.535 orang pengguna dari sekitar 2.706.300 penduduk Bali. 

Sekitar 8.000 pengguna narkoba di Bali berada di Kota Denpasar. BNN Denpasar sudah merehabilitasi 37 pengguna narkoba pada tahun ini.

BNN Provinsi Bali menargetkan rehabilitasi terhadap 2.083 pengguna narkoba di Bali. Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa menjelaskan pada rentang Mei-Agustus 2015, BNN Provinsi Bali merehabilitasi 433 pecandu narkoba di Bali. Sebagian menjalani rehabilitasi karena kesadaran sendiri, sisanya rawat inap dan rawat jalan. 99 pecandu narkoba di Bali menjalani rawat inap, 282 menjalani rawat jalan, dan 52 orang dalam tahap penilaian. 

Presiden Jokowi memang mencanangkan gerakan rehabilitasi 100.000 pengguna narkoba di Indonesia pada tahun 2015 ini. Gerakan ini sebagai upaya menekan tingkat prevalensi pengguna narkoba di Indonesia. (b.) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.