Terkini

Sutjiati Beratha, Dekan Perempuan Pertama FSB Unud

Dari kiri ke kanan: Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S., Prof. Dr. I Nyoman Suparwa, M.Hum., Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A., dan Drs. I Gede Nala Antara, M.Hum.

Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A., menjadi dekan perempuan pertama di Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana (FSB Unud) setelah memenangi pemilihan dekan, Jumat (10/4) lalu. Sutjiati Beratha mengungguli dua pesaingnya, Prof. Dr. I Wayan Cika, M.S. (Dekan FSB saat ini) dan Prof. Dr. I Wayan Arthawa, M.A. (Pembantu Dekan I FSB saat ini).

Ketua Panitia Pemilihan Dekan FSB Unud 2015—2019, Dr. Putu Sukardja, M.A., menyatakan rasa syukur karena pemilihan dekan berjalan lancar dan tanpa menimbulkan perpecahan atau friksi. Menurut Sukardja, ketiga paket kandidat yang bersaing sudah berkomitmen menerima apa pun hasil pemilihan sekaligus mendukung paket mana pun yang terpilih.

“Semua kandidat sepakat bersama-sama memuliakan fakultas,” tegas Sukardja di sela-sela acara syukuran atas kelancaran pemilihan dekan di Kampus Nias, Sanglah, Denpasar, Kamis (16/4) siang.

Pemilihan dekan dilakukan dalam rapat senat FSB. 38 anggota senat memberikan suara secara tertutup dengan memilih salah satu paket pimpinan PSB. Sutjiati Beratha yang berpaket dengan Prof. Dr. I Nyoman Suparwa, M.Hum. (calon PD I), Drs. I Gede Nala Antara, M.Hum. (calon PD II) dan Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S. (calon PD III) meraih 17 suara. Prof. Arthawa yang berpaket dengan Prof. Dr. AA Ngurah Anom Kumbara, M.S. (calon PD I), Dr. I Ketut Sudewa, M.Hum. (calon PD II) dan Dr. I Ketut Jirnaya, M.Hum. (calon PD III) mendapat 13 suara. Sementara calon petahana (incumbent), Prof. Dr. I Wayan Cika, M.S. meraih tujuh suara. Cika berpaket dengan Prof. Dr. I Ketut Ardana, M.A. (calon PD I), Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.S. (calon PD II) dan Dr. Ketut Setiawan, M.Hum. (calon PD III). Satu suara dinyatakan tidak sah.

Hasil pemilihan dekan ini menjadi sejarah baru bagi FSB Unud. Baru pertama kali, fakultas tertua di Unud ini memiliki dekan perempuan. Sebelumnya, suami Sutjiati Beratha, Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., juga pernah menjabat Dekan FSB periode 2003—2011. Ardika dan Sutjiati merupakan dosen suami-istri pertama yang pernah menjabat Dekan FSB.

Sutjiati Beratha menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada anggota senat dan civitas FSB yang mempercayainya. Guru besar linguistik di Program Studi Sastra Inggris ini menyatakan bakal mengemban kepercayaan itu sebaik-baiknya.

Mengenai program kerja, Sutjiati Beratha menargetkan FSB bisa menjadi fakultas riset (research faculty). Itu sebabnya, dia menyatakan akan meningkatkan kerja sama fakultas dengan berbagai pihak terkait yang bisa membuka potensi penelitian bagi para dosen FSB.

Program desa binaan akan kami tingkatkan dan kembangkan untuk mendorong lahirnya penelitian-penelitian terpadu yang melibatkan berbagai potensi dosen di FSB,” kata putri maestro seni tabuh Bali yang mendunia, I Wayan Beratha

Selain syukuran atas kelancaran pemilihan dekan, siang juga dilakukan serah terima jabatan Ketua Program Studi S2 Magister Linguistik Unud dari Prof. Dr. I Nyoman Suparwa kepada Prof. Dr. IB Putra Yadnya serta Sekretaris Prodi dari Dr. Ni Made Sri Satyawati, M.Hum., kepada Prof. Dr. I Wayan Simpen(b.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.