Terkini

Pendapatan Perkapita Penduduk Bali Meningkat, Jumlah Warga Miskin Juga Bertambah

kemiskinan di bali
Potret warga miskin di Bali
Pendapatan perkapita penduduk Bali mengalami peningkatan sebesar 11,04% pada tahun 2014. Pada tahun 2013, pendapatan perkapita penduduk Bali tercatat Rp 23,31 juta perkapita per tahun. Pada tahun 2013 naik menjadi Rp 25,88 juta per kapita per tahun. Namun, pada saat yang sama, jumlah warga miskin di Pulau Dewata ini juga naik dari 4,49% pada periode September 2013 menjadi 4,76% pada periode yang sama tahun 2014.

Data-data ini diungkapkan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika saat menyampaikan pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Provinsi Bali Tahun 2014 dalam sidang paripurna DPRD Bali, awal pekan ini. 

"Jumlah penduduk miskin di Bali mencapai 195 ribu orang," kata Mangku Pastika. 

Namun, Mangku Pastika menyatakan angka kemiskinan di Bali masih lebih rendah jika dibandingkan angka kemiskinan secara nasional yang mencapai 10,96% atau 27,73 juta jiwa. Bali berada di urutan kedua setelah DKI Jakarta dalam peringkat provinsi dengan jumlah penduduk miskin terendah di Indonesia. 

Mangku Pastika beralasan, kenaikan jumlah penduduk miskin lebih dikarenakan peningkatan garis kemiskinan menjadi Rp 301.747 perkapita per bulan pada September 2014. 

Secara makro, imbuh Mangku Pastika, perekonomian Bali menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang tahun 2014, Bali berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,18%. Hanya memang, terjadi peningkatan inflasi yang cukup signifikan, mencapai 8,43%. Hal ini dipicu meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada pengujung tahun 2014. 

Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry dalam dialog terbuka "Elaborasi Pemecahan Masalah Kemiskinan di Bali", Selasa (7/4) lalu mengingatkan agar pemerintah tidak hanya memperhatikan penduduk miskin, tetapi juga masyarakat yang hampir miskin dan rentan miskin lainnya. Jumlah penduduk dalam kategori ini cukup besar, mencapa 19,51%. 

"Mereka bisa menjadi miskin jika pemerintah salah mengambil kebijakan," kata Sugawa Korry. 

Namun, wakil rakyat dari daerah pemilihan Buleleng ini juga mendorong pihak swasta ikut berperan mengatasi masalah penduduk miskin di Bali. Caranya, dengan mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. 

Mangku Pastika yang juga hadir dalam dialog juga mengharapkan hal serupa. Semua pihak, kata Mangku Pastika, mesti menyatukan langkah dalam mengentaskan masyarakat miskin di Bali. Dia meminta agar masyarakat Bali tidak berpuas diri dengan pendapatan perkapita Rp 25,88 juta perkapita per tahun karena hal itu baru diukur dari sudut makro. (b.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.