Terkini

Desa Adat Tuban Juga Hidupkan Lagi Tradisi "Med-medan Bangsing Bingin"

Hari Ngembak Gni menjadi momentum kebangkitan kembali sejumlah tradisi masyarakat Bali yang sempat hilang. Selain Desa Adat Kedonganan yang merekonstruksi tradisi Mabuug-buugan di kawasan hutan bakau, Desa Adat Tuban, Kecamatan Kuta juga menghidupkan kembali tradisi Med-medan Bangsing Bingin. 



Seperti namanya, tradisi Mbed-mbedan Bangsing Bingin mirip dengan tradisi Med-medan di Desa Semate, Kecamatan Mengwi, Badung. Wujud tradisi ini berupa tarik-menarik antara dua kelompok warga dengan menggunakan sarana tertentu. Di Semate, tradisi ini menggunakan bun kalot (sejenis tanaman merambat), sedangkan di Tuban menggunakan bangsing bingin (akar hawa pohon beringin). 

Hanya sayangnya, tradisi Med-medan Bangsing Bingin di Tuban tidak bisa dilaksanakan sesuai aslinya. Sarana bangsing bingin kini susah didapat. Itu sebabnya, penyelenggara menggunakan tali tarik tambang tetapi dililiti sedikit bangsing bingin.

Namun, keunikan tradisi Med-medan Bangsing Bingin bukan saja dari sarana yang digunakan, tetapi juga tempat pelaksanaannya. Tradisi ini mesti dilaksanakan di bawah rindang pohon beringin. Lantaran lokasi di bawah pohon beringin kini tidak memungkinkan digunakan sebagai tempat kegiatan, tradisi ini dilaksanakan di depan panggung utama acara Pasar Majelangu di Jalan Raya Tuban. Memang, serangkaian hari Ngembak Gni, masyarakat Desa Adat Tuban juga menghidupkan kembali tradisi Pasar Majelangu, sejenis pasar rakyat yang khusus menjual kuliner khas rakyat disertai aneka pertunjukan seni. 

Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra menuturkan tradisi Med-medan Bangsing Bingin sudah sekitar 30 tahun tidak pernah dilaksanakan lagi. Kini, pihaknya ingin menghidupkan kembali tradisi itu karena dinilai kaya dengan nilai filosofis, spiritual, sosiologis dan bisa menjadi atraksi wisata. 

"Tradisi ini akan rutin kami gelar tiap Ngembak Gni sebagai upaya melestarikan tradisi warisan leluhur kami," kata Mendra yang juga anggota DPRD Badung ini. 

Menurut Mendra, tradisi Pasar Majelangu disertai Med-medan diharapkan menjadi sarana pengikat kebersamaan, kekeluargaan dan persatuan di kalangan warga Desa Adat Tuban, termasuk persaudaraan dengan umat agama lain yang ada di Tuban. 

Tradisi Med-medan diikuti 30 peserta dari unsur anak-anak, ibu-ibu dan para lelaki. Tradisi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan wisatawan asing. (b.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.