Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Bali Melambat, Kredit Bermasalah Meningkat

Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan ketiga tahun 2014 mengalami perlambatan. Sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Bali secara kumulatif triwulan ketiga tahun 2014 sebesar 6,08%, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 6,24%. 

Kondisi ini diduga menjadi salah satu pemicu meningkatnya kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di lembaga perbankan di Bali. Hingga September 2014 tercatat peningkatan NPL menjadi 1,14% dari akhir tahun lalu 0,66%.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Bali, Zulmi kepada wartawan, Rabu (12/11) menjelaskan penyumbang peningkatan itu adalah NPL bank umum konvensional 0,92%, bank umum syariah 1,74%, dan BPR 2,68%. 

Memang, diakui Zulmi, NPL 1,14% masih berada di level rendah. Hal itu menunjukkan kuatnya budaya malu di kalangan masyarakat Bali dalam hal pengembalian kredit. Tapi, Zulmi mengingatkan peningkatan NPL dari tahun lalu yang signifikan mesti diwaspadai.  

Karena itu, selaku regulator, pihaknya mengingatkan industri perbankan berhati-hati menyalurkan kredit. Secara khusus, Regulator meminta industri perbankan memperhatikan penyaluran kredit ke sektor properti yang saat ini tengah booming

“Perbankan harus memperhatikan kepastian tingkat pengembalian kredit di sektor properti. Kenaikan harga properti di Bali lebih cepat dan berlipat kenaikannya,” kata Zulmi. (b.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.