Terkini

Penggemar Mahabharata Jangan Hanya Suka Pemainnya, tapi juga Selami Filsafatnya

Histeria para penggemar serial Mahabharata ketika menyambut kedatangan para pemain film asal India masih merupakan hal yang wajar di tengah gelombang budaya massa yang begitu kuat dewasa ini. Akan tetapi, para penggemar Mahabharata semestinya meningkatkan kualitas kesukaannya dengan menyelami nilai-nilai dan filsafat yang terkandung dalam serial yang diangkat dari epos besar Hindu itu. Pasalnya, cerita Mahabharata sesungguhnya sebuah pelajaran penting bagi setiap umat manusia dalam mengarungi hidup dan kehidupan. Hal ini disampaikan tokoh Hindu dari Nusa Dua, Bali, I Ketut Wiana, Rabu (8/10)  menanggapi demam serial Mahabharata belakangan ini.

(Baca: Bali Terhipnotis Pemain Mahabharata, "Duryodana" Paling Mempesona)

Krishna dan Arjuna dalam perang Bharatayuda

Menurut Wiana, popularitas serial Mahabharata bisa dipahami karena kisah Mahabharata memang disukai di berbagai dunia, apalagi di Nusantara. Rsi Wyasa yang menyusun Mahabharata sudah meramalkan kisah ini akan abadi sepanjang zaman. 

(Baca juga: Serial Mahabharata Kembali Bius Masyarakat Bali)

"Rsi Wyasa juga sudah mencatatkan, ada dua pesan penting dari kisah panjang Mahabharata. Pertama, siapa yang melayani masyarakat dan dharma (kebajikan), dialah yang akan mendapat punia (kebahagiaan). Kedua, siapakah yang menyakiti masyarakat dan dharma, dialah yang akan mendapatkan papa (kesusahan)," kata Wiana. 

Hal senada dikemukakan dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, I Made Wiradnyana. Menurut Wiradnyana, fenomena anak-anak muda gandrung dengan tayangan serial Mahabharata di televisi merupakan hal positif. Meskipun di kalangan sebagian penggemar serial ini, kegandrungan itu lebih didorong karena faktor pemaian Mahabharata yang muda dan rupawan dalam pandangan umum, hal ini bisa menjadi pintu masuk untuk makin mendekatkan kisah Mahabharata bagi anak-anak muda. 

Namun, Wiradnyana mengingatkan, kesukaan yang begitu tinggi terhadap tayangan Mahabharata itu harus diimbangi dengan pendalaman mengenai nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung dalam kisah itu. "Di sinilah peran guru dan orangtua untuk menyambut bius serial ini dengan secara perlahan-lahan menyelipkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam setiap episode Mahabharata," kata Wiradnyana.

Menurut kandidat Doktor Konsentrasi Wacana Program Studi Linguistik Unud ini, pesan penting dari kisah Mahabharata yakni karma phala dan penghargaan pada kesetiaan terhadap kata-kata. "Kisah Mahabharata mengajari kita tentang betapa berharganya ucapan itu. Jangan umbar kata-kata seenaknya karena itu bisa menjadi jerat bahkan kutukan bagi diri sendiri. Begitu juga, apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan panen besok. Dan hukum karma ini bukan terbatas untuk orang Hindu atau orang Bali, tetapi ini hukum alam yang berlaku universal bagi seluruh umat manusia," kata Wiradnyana.

Karena nilai-nilai universal itulah, imbuh Wiradnyana Mahabharata ini disukai orang di berbagai belahan dunia, dari berbagai bangsa, suku, ras, warna kulit bahkan agama. "Karena keuniversalan nilai-nilai itu pula, Mahabharata tetap abadi. Orang pun selalu tertarik mengikuti ceritanya, meskipun sudah tahu karena berkali-kali sudah menonton atau membacanya. Daya tarik Mahabharata memang luar biasa," tandas Wiradnyana. (b.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.