Terkini

Begini Ramalan Gerhana Bulan Malam Ini Menurut Kepercayaan Orang Bali

Rabu (8/10) sore hingga malam tadi, masyarakat Indonesia, termasuk di Bali menyaksikan sebuah fenomena alam gerhana bulan total. Banyak warga yang tak melewatkan momen langka ini dengan cara mengabadikan bulan yang tampak berwarna merah darah. Bagi orang Bali, gerhana bulan malam ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan perayaan hari Pagerwesi sekaligus Purnama Kapat. 

Dalam tradisi Bali, Pagerwesi merupakan hari pemujaan Sanghyang Pramesti Guru, Tuhan dalam manifestasi sebagai guru alam semesta. (Baca: Pagerwesi, Hari Guru ala Bali) Sementara Purnama Kapat dinilai sebagai bulan paling benderang dan diyakini sebagai hari baik. Sasih Kapat kerap dimaknai orang Bali sebagai masa tumbuhan berbunga dan bulan penuh berkah. Itu sebabnya, banyak pura yang melaksanakan pujawali atau desa yang menggelar ngusaba ada Purnama Kapat. (Baca: Sasih Kapat, Saat Tepat Merayakan Cinta)

Namun, kemunculan gerhana bulan total tepat di Sasih Kapat membiaskan kecemasan. Pasalnya, menurut tradisi Bali, gerhana bulan yang terjadi pada Sasih Kapat dan hari Rabu dipercaya sebagai pertanda buruk. Dalam buku Pelajaran Wariga (Dewasa) yang disusun Wayan Simpem AB disebutkan gerhana yang terjadi pada Sasih Kapat merupakan pertanda akan terjadi banyak angin ribut, jarang hujan, jarang ada padi dan beras. 

Bukan hanya itu, gerhana bulan malam ini terjadi pada hari Rabu (Buda). Menurut ramalam,  jika gerhana bulan terjadi pada hari Rabu, dipercaya sebagai pertanda ternak yang banyak sakit dan pemerintah kesusahan. 

(Lebih lengkap mengenai ramalan gerhana di Bali, baca: Ini Makna Gerhana Matahari dan Bulan Menurut Tradisi Bali)

Seorang warga Denpasar, Nengah Sumiarta meyakini betul ramalan yang tertuang dalam lontar-lontar tradisional Bali itu. Menurut Sumiarta, saat ini Bali sudah mengalami kekeringan.

"Kalau dari sisi politik, sekarang pemerintahan baru, sebelum dilantik sudah dikepung koalisi lawannya. Ini artinya orang baik sedang ditutupi oleh orang-orang yang berniat buruk. Tapi Tuhan tidak tidur. Sang Hyang Widhi Wasa pasti akan melindungi dan memenangkan orang baik. Jadi tetap sabar dan jangan berpaling dari kebajikan, pasti akan menang," kata Sumiarta yang sehari-hari sebagai pedagang keliling.

Namun, menurut Sumiarta, masyarakat tidak perlu cemas. Yang terpenting tetap berdoa ke hadapan Sang Pencipta agar seluruh semesta dilindungi. "Intinya jangan berpaling dari kebajikan," tandas Sumiarta yang juga penekun spiritual.  (b.)


2 komentar:

  1. Kok ada link Haji/Islam di sisni? Katanya portal yang benar-benar Bali. Melenceng. Tolong dihapus dari web.

    BalasHapus

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.