Terkini

Bali Siaga DBD, Waspada MERS-CoV

Bali kini tengah menghadapi masalah penyebaran dua wabah penyakit mematikan: demam berdarah dengue (DBD) dan Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV). Jumlah kasus penderita DBD di Bali sebulan terakhir menunjukkan peningkatan drastis. Sementara itu Rumah Sakit Sanglah didatangi empat pasien dengan diagnosa suspect MERS-VoC.  

Kepala Bidang Penunjang Medis RSUP Sanglah, dr. Ken Wiransandi menjelaskan jumlah penderita DBD yang masuk RS Sanglah kini mencapai 15-20 pasien per hari. Tahun lalu pada periode yang sama, jumlah pasien DBD sekitar 10 pasien per hari. Ini berarti ada peningkatan sekitar 100%. 


Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Bali melansir data jumlah kasus DBD di Bali sejak Januari--Maret 2014 tercatat 2.572 kasus. Tertinggi di di Buleleng 704 kasus, disusul Badung 623 kasus, Denpasar 556 kasus, Gianyar 255 kasus, Tabanan 172 kasus, Karangasem 109 kasus, Klungkung 59 kasus, Bangli 59 kasus dan Jembrana 35 kasus. 

Mengenai wabah MERS-VoC, RS Sanglah didatangi tiga pasien suspect MERS-VoC. Kendati hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan pasien itu negatif MERS-VoC, tetapi kekhawatiran membiaknya virus mematikan dari Timur Tengah itu cukup mengkhawatirkan masyarakat Bali. Kamis (8/5) sore, RS Sanglah kembali kedatangan seorang pasien dengan diagnosa suspect MERS-VoC. Ini berarti ada empat pasien suspect MERS-VoC yang sudah mendatangi RS Sanglah. 

Untuk mengantisipasi merebaknya virus MERS-VoC di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai  bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Ngurah Rai memasang alat thermal scanner (pemindai suhu tubuh) di pintu masuk area terminal kedatangan luar negeri. saling berkoordinasi untuk mengantisipasi masuknya virus Mers-CoV ke Bali. Co General Manager Bandara Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita dalam keterangan pers tertulisnya, Jumat (9/5) menjelaskan thermal scanner berfungsi mengukur suhu tubuh penumpang yang baru tiba di Bali. Penumpang atau kru pesawat yang suhu tubuhnya di atas ambang batas akan diperiksa lebih lanjut oleh petugas KKP. Pihak Bandara memberi perhatian serius pada penumpang dan kru pesawat yang datang langsung dari Timur Tengah. 

MERS-CoV merupakan virus jenis baru dari kelompok Coronavirus (Novel Corona Virus). Virus ini pertama kali dilaporkan pada bulan September 2012 di Arab Saudi. Virus SARS tahun 2003 juga merupakan kelompok  virus Corona dan dapat menimbulkan pneumonia berat akan tetapi berbeda dari virus MERS CoV. MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan hingga berat. Gejalanya adalah demam, batuk dan sesak nafas, bersifat akut, dan biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid.

Penyebab penyebaran virus ini belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah peneliti menduga penyebaran virus berasal dari salah satu jenis kelelawar yang banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah. Ada juga spekulasi lain yang menduga unta juga berkaitan dengan asal mula dan penyebaran virus Corona.Di Arab Saudi dilaporkan, penyakit ini telah merenggut 126 warga negara itu sejak penyakit ini mulai merebak tahun 2012. (b.)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.