Terkini

Hari Ini, Cok Sawitri Luncurkan Tiga Buku

Sastrawan Cok Sawitri kembali meluncurkan tiga buku karyanya sekaligus, Minggu (1/9) hari ini. Ketiga buku itu, Baruni Jembaran Surga (kumpulan cerpen), Setahun Kematian Semilyar Nyanyianku Mati, Kiamatku dalam Jarak 3 Centimeter (buku puisi) serta Widow of Jirah (terjemahan novel Janda dari Jirah). Ketiga buku ini diterbitkan secara indie, diterbitkan sendiri.
Cok Sawitri

Peluncuran ketiga bukunya ini akan dilaksanakan di lorong halaman rumah adiknya, di bilangan Panjer, Denpasar Selatan. Peluncuran mengusung tema “Kembali ke Karang Umah, Menumbuhkan Pohon Estetika”.

Acara peluncuran akan diisi tayangan perjalanan proses kreatif Cok Sawitri baik dalam teater, puisi, novel dan keaktivannya dalam dunia gerakan. Seperti biasa, peluncuran bakal dimeriahkan dengan pertunjukan dan pembacaan puisi. Rencananya, pertunjukan yang dipentaskan yakni karya Dayu Ani yang berjudul “Bibi Anu”. Sejumlah penyair juga akan membacakan puisi diiringi piano.

Cok Sawitri lahir di Sidemen, Karangasem, Bali, 1 September 1968, kini tinggal di Denpasar, Bali. Ia dikenal sebagai aktivis teater.Pertengahan tahun 2006, ia berkolaborasi dengan Dean Moss dari New York dalam acara Dance Theater.

Selain sebagi aktivis teater, Cok juga menulis beberapa artikel, puisi, cerita pendek dan juga aktif dalam aktifitas budaya sosial sebagai pendiri Forum Perempuan Mitra Kasih Bali ditahun 1997 dan Kelompok Tulus Ngayah di  tahun 1989.

Karya-karya  pementasan Cok sawitri di antaranya Meditasi Rahim (1991), Pembelaan Dirah dan puisi Ni Garu (1996), Permainan Gelap Terang (1997), Sekuel Pembelaan Dirah (1997), Hanya Angin Hanya Waktu (1998), Puitika Melamar Tuhan (2001), Anjing Perempuanku, di Denpasar, Singaraja, Karangasem (2003), Aku Bukan Perempuan Lagi (2004).


Cok Sawitri menjadi salah seorang perempuan pengarang Bali yang cukup produktif. Karya-karyanya kental dengan renungan spiritual dibalut penjelajahan dan pemaknaan tradisi lokal. Tiga novelnya yang diperhitungkan di dunia sastra Indonesia modern, yakni Janda dari Jirah yang masuk nominasi Khatulistiwa Award, Sutasoma dan Tantri: Perempuan yang Bercerita. (b.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.