Terkini

Musibah Lion Air, Kecelakaan Pesawat Ke Lima di Bali

KECELAKAAN pesawat Lion Air di Bandar Udara (Bandara) I Gusti Ngurah Rai, di Tuban, Bali, Sabtu, 13 April 2013 mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Pasalnya, kecelakaan ini menambah panjang daftar kecelakaan pesawat di Indonesia. Kendati seluruh penumpang sebanyak 101 orang dan tujuh orang kru berhasil diselamatkan, toh kasus ini memperburuk citra dunia penerbangan di Tanah Air.
Foto pesawat Lion Air yang nyemplung di laut dekat landasan pacu Bandara Ngurah Rai beredar di Blackberry Masengger
Di Bali sendiri, kasus kecelakaan pesawat ini bukanlah yang pertama kali. Berdasarkan penelusuran balisaja.com dari berbagai sumber, setidaknya pernah terjadi empat kali kecelakaan pesawat di Pulau Dewata sejak tahun 1974. Kecelakaan Lion Air tercatat yang kelima kali.
Kecelakaan pesawat pertama kali di Bali terjadi pada 22 April 1974. Kecelakaan yang menimpa pesawat registrasi N446PA Boeing 707 Pan American World ini tercatat yang terburuk di Bali. Pasalnya, pesawat itu menabrak gunung Tinga-tinga di Desa Patas, Buleleng, lima menit menjelang mendarat di Bandar Udara Ngurah Rai. Tragedi itu menelan korban 107 orang tewas.Kecelakaan tragis ini dikenang dengan sebuah tugu peringatan di Padanggalak, Kesiman, Denpaar.
Kecelakaan kedua berupa insiden minor di Bandara Ngurah Rai. Pesawat Douglas C-47A milik Merpati Nusantara Airlines terbakar saat parkir pada 5 Oktober 1978.
Musibah mirip kejadian yang dialami Lion Air kemarin juga pernah terjadi pada 30 Desember 1984. Pesawat DC-9 Garuda patah tiga di rawa-rawa akibat overshoot waktu mendarat di Bandara Ngurah Rai. Seperti halnya kasus Lion Air, musibah ini juga tidak menelan korban.
Tahun 2010 lalu, pesawat latih KT-1 Woong Bee buatan Korea Selatan juga mengalami kecelakaan jatuh saat melakukan terbang gembira (joyflight). Pesawat buatan 2005 itu diduga mengalami gangguan pada mesin pada Kamis, 24 Juni 2010 pukul 15.30 Wita. Dari tiga pesawat KT yang terbang sejajar di atas Bandara Ngurah Rai, tiba-tiba satu pesawat keluar barisan dan tak lama kemudian jatuh ke landasan pacu Ngurah Rai, lantas meledak. Letkol (Penerbang) Ramot P Sinaga bersama Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto yang menumpangi pesawat latih milik TNI AU ini berhasil selamat menggunakan kursi lontar. Keduanya hanya mengalami cedera ringan.
Sabtu, 13 April 2013, sekitar pukul 15: 35 Wita, pesawat Boeing 737-800 NG dengan nomor penerbangan JT 960 milik maskapai Lion Air gagal saat hendak mendarat di Bandara Ngurah Rai. Pesawat yang berangkat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung dengan tujuan Denpasar itu keluar dari landasan pacu barat. Pesawat terperosok ke laut sekitar 50 meter dari landasan pacu serta badan pesawat terbelah dua. Seluruh penumpang dan kru pesawat selamat, sebagian mengalami luka-luka. Hingga kini, penyebab kecelakaan pesawat yang dipiloti M. Gazhali itu masih diinvestigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 

Teks: I Made Sujaya, dihimpun dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.