Terkini

Berbagi Ruang Penyadaran

Dari Pameran Keris Pusaka Klungkung

Teks: I Made Sujaya


KARTIKA
Sudhamala, sebuah paiketan pecinta keris pusaka di Klungkung telah membuat loncatan sejarah penting dengan mengadakan pameran keris pusaka 28–30 April lalu di Museum Semarajaya, Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Klungkung. Pameran yang dibuka Bupati Klungkung, Wayan Candra bertepatan dengan peringatan Puputan Klungkung yang ke-104.


Pameran keris ini terbilang peristiwa baru pertama kali di Klungkung. Gagasan menggelar pameran keris pusaka bermula dari obrolan ringan anggota paiketan selain dorongan dari paiketan keris pusaka dari Badung, Gianyar serta Karangasem.


Tentu, apresiasi pemerintah dan masyarakat Klungkung amat besar terhadap kegiatan ini. Bupati Candra menyambut positif pameran keris ini sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur. Terlebih lagi Klungkung memiliki nama besar dalam dunia pembuatan keris.

Ketua Paiketan Kartika Sudhalama, Tjokorda Gede Pradnyana Putra menyatakan pameran keris yang digelar pihaknya murni untuk pelestarian warisan budaya leluhur. “Ini murni pameran, tidak ada bursa,” ujar Tjok Itok, panggilan akranya.

Tjok Itok mengatakan pihaknya ingin berbagi ruang penyadaran, mengajak masyarakat utamanya masyarakat klungkung yang memiliki keris pusaka untuk melestarikan nilai-nilai luhur keris sebagai penuntun kehidupan. Menurut Tjok Itok, keris sebagai pusaka patut dihayati dengan baik.

“Jangan terjebak pada pandangan bahwa keris sebagai aset komoditi antik yang menguntungkan,” kata Tjok Itok.

Berbagi ruang penyadaran dengan masyarakat, menurut Tjok Itok amat penting. Dengan penyadaran ini masyarakat yang memiliki keris pusaka bisa memelihara keris pusakanya dengan baik. Penyadaran ini sebagai wujud kecintaan. Pameran dinilai sebagai ruang yang amat efektif untuk menjadi komunikasi budaya yang lebih luas. Terlebih lagi keris sudah diakui sebagai warisan budaya dunia.

Pameran Keris Pusaka Klungkung ini menampilkan 150 keris pusaka yang didatangkan dari puri, geria, jero, atau pun rumah di Klungkung. Bahkan Bupati Klungkung Wayan Candra ikut menyerahkan dua keris pusakanya untuk dipamerkan.

Sejumlah seniman dan pecinta keris mengapresiasi positif pameran keris pusaka yang digelar Paiketan Kartika Sudhamala. Suteja Neka, pelukis yang juga pecinta keris memberi acungan jempol sembari berujar, ”Luar biasa!” Begitu juga Nyoman Gunarsa, maestro seni lukis Klungkung yang mengunjungi pameran memberi rasa salut atas terjadinya peristiwa budaya ini. Tokoh-tokoh pecinta keris pusaka dari Badung, Gianyar, Karangasem yang menyaksikan pameran ini memberi apresiasi yang baik. Klungkung menyimpan keris pusaka yang begitu banyak. “Sekarang ruang itu telah terbuka tinggal mengomonikasikan peristiwa budaya ini secara lebih luas,” kata Tjok Itok

Tjok Itok mengharapkan kaum muda agar ikut ambil bagian dalam pelestarian keris pusaka. Hal ini untuk menjawab tantangan pelestarian keris pusaka. (b.)

5 komentar:

  1. Om Swastiastu

    Nak Bali Belog senang dengan keberadaan Blog Bali yang mengangkat budaya Bali, Agama Hindu, semoga semakin mengerti masyarakat kita tentang Agama Hindu kita, suksma
    salam rahayu
    Om Santih Santih Santih

    BalasHapus
  2. Setuju... Meskipun saya bukan orang bali, tetapi saya sangat senang dengan kesenian dan kebudayaan Bali. Karena Bali sudah mempunyai nama di Luar negeri...

    BalasHapus
  3. Senjata jaman dahulu bukan hanya untuk pertahanan diri, namun di balik kegarangan senjata semacam keris, tombak, kujang, pedang dan persenjataan masa lampau memiliki falsafah dan arti seni tersendiri di dalamnya.

    BalasHapus
  4. nilai-nilai kultur dan kebudayaan di Bali sangat mengagumkan untuk dikenali lebih dekat...terima kasih atas infonya,,maju terus blogger Bali..

    BalasHapus
  5. saya sangat terkesan dengan bali akan keramahan dan kondisi alam yang masih segerr. semoga pulau bali jaya terusss

    BalasHapus

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.