Terkini

Sejak 2000 Tahun Lalu Orang Bali sudah Gunakan Produk Impor


Pandangan yang menyebutkan bahwa sikap hidup konsumtif dan hedonis orang Bali baru kali muncul ketika Bali mendapat sentuhan budaya global, terbantahkan. Berdasarkan temuan-temuan arkeologis, orang Bali ternyata sudah memiliki sikap hidup konsumtif dan hedonis sejak 2000 tahun silam. Bahkan, sudah pada abad ke-2 sebelum Masehi, orang Bali terbiasa menggunakan produk-produk impor dari Cina dan India.


Hal ini terungkap dalam seminar seri sastra, sosial dan budaya yang digelar Fakultas Sastra, Universitas Udayana (Unud), Jumat, 15 Mei 2009 lalu di gedung Widya Sabha Prof. Dr. IB Mantra, Kampus Jalan Pulau Nias, Denpasar. Tampil sebagai pembicara dalam seminar tersebut, Dekan Fakultas Sastra Unud, Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., dan dosen Jurusan arkeologi Faksas Unud, Rochtri Agung Bawono, S.S.,M.Si. 

Menurut Ardika, sudah sejak 2000 tahun lalu Bali terlibat dalam suatu perdagangan dunia/global, terutama dengan pedagang-pedagang Cina dan India. Berbagai tinggalan arkeologis di Bali menunjukkan hal itu, di antaranya ditemukannya nekara perunggu di Pejeng, miniatur nekara di sejumlah tempat, uang kepeng, serta benda-benda bekal kubur yang terdapat pada sejumlah sarkofagus. 

"Bali menjadi tempat bertemunya dua kebudayaan besar yakni Cina dan India," kata Ardika. 

Sementara Rochtri menyampaikan temuannya mengenai sarkofagus di Pangkung Paruk, Seririt Buleleng. Dalam sarkofagus itu ditemukan adanya kerangka manusia lengkap dengan benda-benda bekal kubur. Salah satu benda bekal kubur yang ditemukan yakni cermin perunggu yang diduga berasal dari Cina. (b.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.