Terkini

10 Pengarang/Penulis Bali Dianugerahi "Widya Pataka"

PEMERINTAH Provinsi Bali menganugerahkan penghargaan "Widya Pataka" untuk sepuluh pengarang/penulis buku. Kesepuluh penulis/pengarang Bali itu yakni Nyoman Darma Putra (Bali dalam Kuasa Politik/kumpulan artikel), Ida Bagus Martinaya (Peti/kumpulan drama), Made Suantha (Pastoral Kupu-kupu/kumpulan puisi), Sindu Putra (Dongeng Anjing Api/kumpulan puisi), Wayan Juniarta (Bungklang Bungkling/kumpulan esai berbahasa Bali), Sunaryono Basuki Ks (Hanya Nestapa/novel), Gde Artawan (Petarung Jambul/kumpulan cerpen), Wayan Suardika (Orang Kalah/kumpulan cerpen), A.A.G. Oka Wisnumurti (Elit Lokal di Bali/hasil penelitian), dan Wayan Artika (Kembali ke Bali/kumpulan esai).

Panitia Penganugerahan Penghargaan "Widya Pataka", Drs. I Gusti Ngurah Wiryanata menjelaskan panitia dan dewan juri telah bekerja sejak awal Februari 2008 untuk menetapkan naskah dari beberapa pengarang/penulis yang berhak mendapatkan penghargaan "Widya Pataka". Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengarang/penulis diberikan bantuan biaya cetak buku.
Kriteria penilaian ada lima poin, yaitu kualitas buku, konsistensi, produktivitas, komitmen penulisnya, dan manfaat karyanya untuk masyarakat luas. "Widya Pataka" 2008 ini direncanakan diserahkan pertengahan Nopember 2008. Selain memberikan penghargaan "Widya Pataka" kepada penulis, Badan Perpustakaan dan Arsip juga akan mengadakan launching, bedah buku dan apresiasi buku-buku yang diterbitkan serta temu/forum diskusi antarpenulis dan penerbit. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memotivasi dunia penulisan dan penerbitan buku di Bali.
Widya Pataka rencananya akan diberikan setiap tahun sehingga setiap pengarang/penulis memperoleh kesempatan yang sama dan diharapkan dapat merangsang para penulis untuk terus berkreativitas menulis dan secara tidak langsung akan menumbuhkan iklim yang sehat terhadap pertumbuhan penerbitan buku di Bali.
Selama ini, penghargaan terhadap karya cipta sastrawan Bali diberikan oleh orang lain, seperti Yayasan Kebudayaan Rancage Bandung yang sejak sepuluh tahun terakhir menganugerahi buku terbaik dan tokoh setia dalam dunia pembinaan bahasa dan sastra Bali modern.
Penghargaan "Widya Pataka" pertama kali diberikan tahun 2006. Pada saat itu diberikan penghargaan kepada enam orang penulis/pengarang Bali yaitu Drs. I Nyoman Manda, I Wayan Pamit, I Ketut Ruma (kategori pengarang berbahasa Bali) dan Prof. Dr. IGN Nala, MPH., Ida Ayu Putu Surayin, Drs. I.B. Putu Sudarsana, MBA, M.M. (kategori pengarang berbahasa Indonesia). Kepada masing-masing pengarang diberikan plakat "Widya Pataka" dan hadiah uang tunai.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun 2006, penghargaan "Widya Pataka" tahun 2007 diberikan berupa plakat dan hadiah/bantuan biaya cetak/penerbitan buku dari pengarang bersangkutan. "Widya Pataka" 2007 diberikan kepada 14 orang pengarang/penulis Bali yakni IGK Tribana (Desas-desus Seks dalam Pendidikan), Kadek Suartaya (Seni Pertunjukan Bali), Ketut Wiana (Sembahyang Memuja Tuhan), Made Adnyana Ole (Padi Dumadi), Made Nitis (Budidaya Gamal di Lahan Kering), Made Sujaya (Perkawinan Terlarang: Pantangan Berpoligami di Desa-desa Bali Kuno), Made Taro (Dongeng Sepanjang Abad), Mas Ruscitadewi (Penari Sanghyang), Nyoman Sukaya Sukawati (Mencari Surga di Bom Bali), Nyoman Tingkat (Berguru dalam Jejak Sastra), Nyoman Wirata (Merayakan Pohon di Kebun Puisi), Wayan Jendra (Sampradaya, Kelompok Belajar Weda), Wayan Kun Adnyana (Nalar Rupa Perupa), dan Wayan Sunarta (Impian Usai).
Sambutan masyarakat terhadap buku-buku terbitan program "Widya Pataka" ini cukup bagus. Buku-bukunya yang telah terpajang di berbagai toko buku, baik di Bali maupun luar Bali, cukup laku di pasaran. Bahkan, menurut penerbitnya, untuk memenuhi kebutuhan pasar pada Juli 2008 lalu buku-buku tersebut telah mengalami cetak ulang. (*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

balisaja.com Desain Templateism.com Hak Cipta © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.